BONE — Bagi masyarakat di wilayah Lemo hingga Pasaka, Kecamatan Kahu, Kabupaten Bone, jalan bukan sekadar hamparan aspal yang menghubungkan satu tempat dengan tempat lainnya. Jalan adalah urat nadi yang membawa hasil pertanian ke pasar, menghubungkan warga dengan pusat pelayanan, sekaligus membuka ruang yang lebih luas bagi bergeraknya roda perekonomian.
Harapan itu kini mendapat penguat baru. Pemerintah Kabupaten Bone di bawah kepemimpinan pemerintahan BerAmal (Andi Asman Sulaiman–Andi Akmal Pasluddin) meresmikan proyek preservasi Jalan Lemo–Pasaka yang masuk dalam program Instruksi Presiden Jalan Daerah (IJD) Kabupaten Bone, Kamis, 17 September 2026.
Peresmian dipimpin langsung Bupati Bone, H. Andi Asman Sulaiman, S.Sos., M.M., di lokasi ruas jalan tersebut. Bagi pemerintah daerah, rampungnya proyek ini bukan hanya menandai selesainya pekerjaan konstruksi, tetapi juga menjadi bagian dari upaya memperkuat konektivitas wilayah dan menghadirkan akses transportasi yang lebih baik bagi masyarakat.
Rangkaian peresmian ditandai dengan penandatanganan prasasti oleh Bupati Bone. Prosesi tersebut disaksikan anggota DPRD Bone dari Partai Golkar Andi Muhammad Ridwan dan anggota DPRD Bone dari Partai Kebangkitan Bangsa Andi Adhar dan Andi Adil Fadli Lura anggota DPRD Bone dari Partai Kebangkitan Bangsa.
Turut hadir Kepala Dinas Bina Marga Cipta Karya dan Tata Ruang (BMCKTR) Kabupaten Bone H. Askar, ST., M.Si, jajaran pejabat Pemerintah Kabupaten Bone, serta perwakilan kementerian dan instansi terkait, Tripika Kecamatan dan pemerintah desa. Setelah penandatanganan prasasti, Bupati Bone bersama sejumlah pihak melakukan pemotongan pita secara simbolis sebagai tanda diresmikannya ruas jalan yang telah selesai dikerjakan.
Proyek strategis dengan skema Multi Years Contract (MYC) tersebut dikerjakan oleh CV Amarta Konstruksi, dengan target pengaspalan sepanjang 1,6 kilometer. Pembangunan dan peningkatan ruas jalan itu menelan anggaran sebesar Rp8.613.790.000.
Di tengah prosesi peresmian, antusiasme masyarakat menjadi bagian yang tak terpisahkan. Rampungnya akses jalan tersebut disambut gembira warga setempat yang selama ini menggantungkan mobilitasnya pada jalur tersebut.
Bagi masyarakat, jalan yang lebih baik berarti perjalanan yang lebih mudah dan waktu tempuh yang lebih efisien. Bagi petani, akses yang semakin lancar juga berarti hasil pertanian dapat lebih mudah diangkut menuju tempat pemasaran.
Bupati Bone H. Andi Asman Sulaiman menegaskan, pembangunan infrastruktur jalan harus dilihat dari manfaat yang dirasakan langsung oleh masyarakat. “Jalan ini bukan hanya soal aspal, tetapi bagaimana masyarakat mendapatkan akses yang lebih mudah. Ketika jalan bagus, mobilitas warga semakin lancar, hasil pertanian lebih mudah dibawa dan dipasarkan, sehingga aktivitas ekonomi masyarakat ikut bergerak.”
Pernyataan tersebut menggambarkan bagaimana pembangunan jalan ditempatkan sebagai bagian dari upaya memperkuat aktivitas masyarakat, khususnya di wilayah yang memiliki aktivitas pertanian dan mobilitas antarkawasan.
Membuka Akses, Menggerakkan Ekonomi
Bagi wilayah pedesaan, kualitas infrastruktur memiliki kaitan erat dengan aktivitas sehari-hari masyarakat. Jalan yang lebih baik dapat memperlancar distribusi barang dan jasa sekaligus membuka akses masyarakat menuju berbagai pusat kegiatan. Karena itu, pemerintah daerah menyatakan akan terus mendorong pemerataan pembangunan infrastruktur hingga ke wilayah pedesaan.
Menurut Bupati AAS, jalan yang menjadi akses utama masyarakat perlu mendapat perhatian agar konektivitas antarwilayah semakin baik. “Kita ingin pembangunan jalan memberikan manfaat langsung kepada masyarakat. Karena itu, kualitas pekerjaan harus dijaga dan infrastruktur yang sudah dibangun harus dirawat bersama.”
Pesan tersebut sekaligus menempatkan masyarakat sebagai bagian penting setelah pembangunan infrastruktur selesai. Jalan yang telah dibangun membutuhkan pemeliharaan agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.
Ruas Lemo–Pasaka sendiri menjadi salah satu bagian dari upaya memperkuat akses transportasi di wilayah Kecamatan Kajuara/Kahu. Dengan selesainya peningkatan jalan, pemerintah berharap mobilitas masyarakat menjadi lebih nyaman dan distribusi hasil pertanian semakin lancar.
Di atas jalan yang kini membentang lebih baik, aktivitas warga diharapkan bergerak semakin cepat—dari lahan pertanian menuju pasar, dari desa menuju pusat pelayanan, dan dari satu wilayah menuju wilayah lainnya.
Pada akhirnya, pembangunan Jalan Lemo–Pasaka bukan berhenti pada peresmian dan pemotongan pita. Nilai sebuah jalan justru akan terlihat dari seberapa jauh ia mampu memudahkan kehidupan masyarakat, memperlancar pergerakan ekonomi, dan menghubungkan wilayah-wilayah yang sebelumnya menghadapi keterbatasan akses. Pemerintah Kabupaten Bone berharap, hadirnya infrastruktur tersebut dapat menjadi bagian dari proses pemerataan pembangunan sekaligus memperkuat konektivitas antarwilayah di Kabupaten Bone. (*)


Tinggalkan Balasan