BONE– Momentum Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) tahun 2026 di Kabupaten Bone tidak hanya diperingati melalui upacara resmi, tetapi juga dikemas lebih meriah dengan rangkaian kegiatan edukatif, olahraga, hingga pameran karya siswa dari berbagai kecamatan.
Upacara Hardiknas yang dipusatkan di Lapangan Merdeka Watampone pada Sabtu (2/5/2026) dipimpin langsung oleh Bupati Bone, H. Andi Asman Sulaiman. Kegiatan ini menjadi pembuka dari serangkaian agenda pendidikan yang dikemas lebih inklusif dan melibatkan banyak unsur masyarakat.
Plt. Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bone, Edy Saputra Syam, S.STP., M.Si, menyampaikan bahwa pelaksanaan Hardiknas tahun ini terasa berbeda karena adanya kolaborasi dengan pihak event organizer (EO) yang selama ini berkecimpung di dunia hiburan dan kreatif.
“Alhamdulillah di momentum Hardiknas kami menggandeng teman-teman EO seperti Lapanrita dan Bone Khoir. Mereka menginisiasi kegiatan Disdik Run sebagai upaya menggelorakan semangat hidup sehat, semangat berolahraga, dan semangat anti-mager,” ungkapnya.
Menurutnya, konsep pelaksanaan tahun ini tidak hanya bertumpu pada anggaran pemerintah, tetapi juga membuka ruang kolaborasi dengan pihak luar untuk menghadirkan kegiatan yang lebih variatif dan meriah, khususnya dalam kegiatan non-APBD.
Mulai hari pelaksanaan, berbagai lomba sudah digelar, mencakup lomba olahraga, lomba akademik, hingga pameran pendidikan. Salah satu yang menjadi daya tarik adalah Ekspo Pendidikan yang menampilkan karya siswa dari seluruh kecamatan di Kabupaten Bone.
Pameran tersebut dipusatkan di Planet Cinema, yang juga menjadi mitra pelaksanaan kegiatan. “Setiap kecamatan menampilkan hasil karya siswa-siswi mereka. Ini menjadi ruang kreativitas sekaligus apresiasi terhadap proses pembelajaran di sekolah,” tambah Edy Saputra Syam.
Ia juga mengapresiasi dukungan pihak Planet Cinema yang menyediakan lokasi, fasilitas, hingga dukungan hadiah bagi para peserta kegiatan.
“Kenapa di Planet Cinema? Karena mereka mampu menyiapkan tempat, dukungan, hingga hadiah. Kami di Disdik lebih fokus pada substansi kegiatan. Untuk teknis dan maintenance, itu sudah ditangani pihak mereka,” jelasnya.
Lebih jauh, Edy menekankan bahwa pelaksanaan kegiatan pendidikan saat ini harus dilakukan secara selektif dan terukur, agar tidak menimbulkan persoalan di kemudian hari.
“Kita harus pintar-pintar mengelola kegiatan. Jangan sampai niatnya baik, tapi justru menimbulkan masalah hukum. Karier kita juga masih panjang, jadi harus tetap berhati-hati,” ujarnya.
Rangkaian Hardiknas 2026 di Bone ini diharapkan tidak hanya menjadi seremonial tahunan, tetapi juga ruang pembelajaran, ekspresi, dan penguatan karakter bagi peserta didik di tengah tantangan pendidikan yang terus berkembang. (*)


Tinggalkan Balasan