BONE– Dorongan kuat untuk menjadikan Kabupaten Bone sebagai simpul konektivitas baru di kawasan timur Indonesia kembali ditegaskan oleh Gubernur Provinsi Sulsel H. Andi Sudirman Sulaiman. Dalam sebuah momen strategis yang berlangsung di rumah jabatan Bupati Bone, Selasa (07/04/2026), Gubernur Sulawesi Selatan itu secara tegas meminta percepatan perluasan lahan Bandara Arung Palakka.

Pernyataan tersebut bukan sekadar wacana. Di hadapan para pemangku kepentingan, Gubernur bahkan mengungkapkan bahwa anggaran pembebasan lahan telah disiapkan sejak dua tahun terakhir, dengan nilai mencapai Rp30 miliar. Namun hingga kini, masih terdapat sekitar 30 bidang lahan yang belum tuntas secara administratif.

“Laporan masih ada 30 bidang yang belum. Saya minta alas haknya dari pemilik segera diselesaikan,” tegasnya, menunjukkan keseriusan pemerintah provinsi dalam mendorong percepatan proyek strategis ini.

Langkah ini menjadi bagian dari visi besar: menghadirkan Bandara Arung Palakka sebagai pintu gerbang baru yang mampu melayani penerbangan langsung dari dan ke berbagai kota besar, bahkan hingga mancanegara. Dengan target perpanjangan runway hingga 2.600 meter, bandara ini diharapkan mampu didarati pesawat berbadan besar seperti Boeing.

Jika target tersebut tercapai, maka rute penerbangan yang selama ini terbatas—seperti Bone–Makassar, Bone–Kendari, Bone–Morowali, dan Bone–Balikpapan—akan berkembang jauh lebih luas. Bukan hanya Bone–Jakarta, tetapi juga peluang penerbangan internasional seperti Bone–Jeddah menjadi sesuatu yang realistis.

Dampaknya tentu tidak kecil. Kabupaten Bone berpotensi mengalami lonjakan aktivitas ekonomi, percepatan mobilitas pejabat pusat, hingga peningkatan daya tarik investasi. Para tamu dari pusat tak lagi harus transit berjam-jam, melainkan bisa langsung menjejakkan kaki di Bumi Arung Palakka.

Menanggapi hal tersebut, Bupati Bone H. Andi Asman Sulaiman menyatakan komitmennya untuk segera menindaklanjuti arahan gubernur. Ia menegaskan bahwa pemerintah daerah siap mengawal percepatan penyelesaian administrasi pembebasan lahan.

Hal senada juga disampaikan oleh Andi Muhammad Iqbal Walinono. Ia optimistis bahwa dalam waktu dua minggu, seluruh persyaratan administrasi yang tersisa dapat dirampungkan.

“Insya Allah dalam dua minggu ini kita tuntaskan, sehingga proses perluasan runway bisa segera berjalan,” ujarnya.

Di balik angka, rencana, dan tenggat waktu, ada harapan besar yang tengah dibangun tentang Bone yang semakin terbuka, terkoneksi, dan siap bersaing. Sebuah langkah besar yang dimulai dari landasan pacu, menuju langit yang lebih luas. (*)