BONE–Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan terus menunjukkan komitmennya dalam membangun generasi yang sehat dan berkualitas. Melalui program Gerakan Gemar Makan Telur, ribuan anak di 24 kabupaten/kota se-Sulsel serentak mengikuti kegiatan virtual pada Senin (14/10/2025).

Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi ke-356 Provinsi Sulawesi Selatan, yang digagas oleh Dinas Sosial Sulsel dengan dukungan penuh dari pemerintah daerah. Sebanyak 10 ribu anak usia 6–9 tahun dari berbagai sekolah dasar ambil bagian, menjadikan momen ini sebagai gerakan serentak terbesar untuk edukasi gizi anak di Sulsel.

Di Kabupaten Bone, kegiatan ini disambut antusias oleh para siswa dan guru. Bupati Bone H. Andi Asman Sulaiman, S.Sos., M.M menegaskan bahwa kebiasaan makan telur bukanlah hal baru bagi siswa di Bone.

“Setiap Senin, saat jam istirahat pertama, kami sudah membiasakan anak-anak membawa satu butir telur ayam kampung, bukan telur ayam ras. Gerakan makan telur adalah langkah sederhana, tapi berdampak besar untuk menurunkan stunting,” ungkapnya.

Menurutnya, telur merupakan sumber protein murah namun bernilai tinggi untuk mendukung tumbuh kembang anak. Dengan mengintegrasikan kebiasaan makan telur ke dalam rutinitas sekolah, pemerintah daerah berharap pola makan sehat menjadi bagian dari karakter anak sejak dini.

“Kami berkomitmen agar anak-anak Bone tumbuh sehat, cerdas, dan berkarakter kuat sebagai generasi penerus bangsa,” tegas Bupati Bone.

Program Gerakan Gemar Makan Telur ini sejalan dengan tema peringatan HUT ke-356 Sulsel, yaitu “Sulsel Maju dan Berkarakter”. Tema tersebut menjadi payung utama berbagai program lintas sektor, yang tak hanya menitikberatkan pada pembangunan fisik, tetapi juga pada penguatan sumber daya manusia yang unggul dan berakhlak.

Visi ini merefleksikan semangat kepemimpinan Gubernur Andi Sudirman Sulaiman dan Wakil Gubernur Hj. Fatmawati Rusdi, yang berupaya membangun daerah secara inklusif dengan tetap berakar pada nilai-nilai budaya lokal sipakatau, sipakalebbi, dan sipakainge’.

Gerakan sederhana ini menjadi bukti bahwa membangun Sulsel tidak hanya melalui beton dan aspal, tetapi juga dari sebutir telur yang menghidupkan harapan akan masa depan generasi sehat, cerdas, dan berkarakter. (*)