BONE — Di balik kesibukannya menjalankan berbagai agenda pemerintahan sebagai Kepala Daerah Kabupaten Bone, Bupati Bone H. Andi Asman Sulaiman, S.Sos., MM tetap menyempatkan diri menjalankan perannya sebagai seorang ayah.
Pada Minggu, 12 September 2026, seusai menghadiri acara Maddupa Gau dalam rangka Mengawali Gau Maraja 2026 di Pelataran Museum Lapawawoi Karaeng Sigeri, Bupati Bone bersama Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Bone, Hj. Maryam Andi Asman, melanjutkan perjalanan menuju SMA Islam Athirah Bone.
Bukan untuk menghadiri agenda pemerintahan, kali ini keduanya datang untuk menjenguk sang buah hati, Andi Try Suci Caesara Putri AS, yang tengah menempuh pendidikan di sekolah tersebut dengan sistem boarding school.
Di tengah padatnya aktivitas dan tanggung jawab sebagai kepala daerah, kunjungan sederhana itu menjadi ruang bagi keluarga untuk kembali menikmati waktu bersama. Sebuah momen yang mungkin tampak sederhana, namun memiliki arti tersendiri bagi orang tua dan anak yang tidak setiap saat dapat bertemu karena tuntutan pendidikan di lingkungan asrama.
Mengenakan pakaian adat khas Bugis berwarna hijau, Bupati Bone dan sang istri tampak anggun dan bersahaja. Keduanya memilih menghabiskan waktu bersama sang anak di salah satu gazebo kayu yang berada di kawasan sekolah.
Suasana pun berlangsung santai dan penuh keakraban. Di bawah teduhnya gazebo, ketiganya terlihat berbincang hangat. Sesekali, perhatian orang tua tertuju kepada sang anak yang mengenakan seragam putih lengkap dengan jilbab hitam.
Tak hanya datang menjenguk, Bupati Bone dan istri juga membawakan bingkisan untuk sang anak. Pemberian sederhana itu menjadi bentuk perhatian dan kasih sayang yang terasa begitu dekat, meski keseharian masing-masing dipenuhi aktivitas.
Momen tersebut memperlihatkan sisi lain seorang kepala daerah. Di balik berbagai urusan pemerintahan, rapat, kegiatan masyarakat, dan agenda daerah yang harus dijalankan, tetap ada sosok ayah yang berusaha hadir untuk anaknya.
Kehadiran orang tua di tengah proses pendidikan anak menjadi dukungan moral yang penting, terlebih bagi mereka yang menjalani pendidikan dengan sistem asrama. Kunjungan langsung, percakapan sederhana, hingga perhatian kecil dari orang tua dapat menjadi penyemangat bagi anak untuk terus menjalani proses belajar dan tumbuh menjadi pribadi yang mandiri.
Bagi Andi Try Suci Caesara Putri AS, kunjungan kedua orang tuanya hari itu bukan sekadar pertemuan singkat di tengah rutinitas sekolah. Ada pesan sederhana yang tersirat: sesibuk apa pun orang tua menjalankan tanggung jawabnya, keluarga dan pendidikan anak tetap memiliki tempat yang istimewa.
Dari sebuah gazebo di lingkungan SMA Islam Athirah Bone, terekam satu potret kecil tentang keluarga, pendidikan, dan kasih sayang bahwa di balik jabatan dan kesibukan seorang pemimpin daerah, tetap ada seorang ayah yang ingin memastikan anaknya tumbuh dan belajar dengan baik. (*)


Tinggalkan Balasan