BONE — Upaya memperkuat ketahanan pangan di tengah ancaman kemarau panjang terus menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten Bone. Salah satu langkah yang ditempuh adalah membangun sinergi dengan berbagai pihak, termasuk dunia pendidikan pertanian.

Hal tersebut mengemuka saat Bupati Bone H. Andi Asman Sulaiman melakukan kunjungan kerja ke Kampus II Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Gowa yang berada di Desa Mappesangka, Kecamatan Ponre, Kabupaten Bone, Jumat (11/9/2026).

Kedatangan orang nomor satu di Kabupaten Bone itu disambut hangat oleh jajaran pimpinan dan petinggi Kampus II Polbangtan Gowa. Suasana pertemuan berlangsung penuh keakraban, namun tetap serius membahas berbagai persoalan strategis yang berkaitan dengan sektor pertanian.

Salah satu agenda utama yang menjadi perhatian dalam kunjungan tersebut adalah sinergitas dalam menjaga ketahanan pangan menghadapi kemarau panjang.

Kemarau yang berlangsung cukup panjang menjadi tantangan tersendiri bagi sektor pertanian. Ketersediaan air, produktivitas lahan, hingga keberlangsungan tanaman pangan menjadi persoalan yang membutuhkan langkah bersama dan terencana.

Dalam konteks tersebut, keberadaan Kampus II Polbangtan Gowa di wilayah Bone dinilai memiliki peran strategis. Kampus tidak hanya menjadi tempat berlangsungnya proses pendidikan, tetapi juga dapat menjadi pusat pengembangan pengetahuan, inovasi, serta teknologi pertanian yang dapat diterapkan langsung oleh masyarakat.

Bupati Bone H. Andi Asman Sulaiman menekankan pentingnya membangun kolaborasi antara pemerintah daerah dan institusi pendidikan pertanian. Menurutnya, menghadapi ancaman kemarau panjang tidak cukup hanya mengandalkan kebijakan pemerintah, tetapi membutuhkan keterlibatan berbagai pihak.

Sinergi tersebut diharapkan mampu melahirkan langkah-langkah konkret untuk menjaga produksi pangan, khususnya melalui penerapan teknologi pertanian yang adaptif terhadap kondisi iklim.

Pertemuan itu sekaligus menjadi momentum untuk mempererat hubungan antara Pemerintah Kabupaten Bone dengan Kampus II Polbangtan Gowa. Kolaborasi diharapkan tidak berhenti pada diskusi, tetapi dapat diwujudkan melalui program yang memberikan manfaat langsung bagi petani dan masyarakat.

Di tengah perubahan iklim yang semakin terasa, ketahanan pangan menjadi pekerjaan bersama. Kemarau panjang bukan hanya persoalan berkurangnya curah hujan, tetapi juga ujian terhadap kemampuan daerah dalam menjaga keberlanjutan produksi pangan.

Dari Desa Mappesangka, semangat kolaborasi itu kembali ditegaskan: pemerintah, perguruan tinggi, petani, dan masyarakat perlu berjalan bersama untuk memastikan pangan tetap tersedia, lahan tetap produktif, dan pertanian Bone tetap tangguh menghadapi tantangan iklim.

Kunjungan kerja Bupati Bone ke Kampus II Polbangtan Gowa pun menjadi bagian dari upaya memperkuat fondasi tersebut—membangun ketahanan pangan melalui ilmu pengetahuan, inovasi, dan kerja sama lintas sektor. (*)