WATAMPONE — Lapangan Merdeka Watampone dipenuhi lautan manusia, Minggu (16/8/2026). Ribuan warga bersama pegawai dari berbagai instansi larut dalam kemeriahan rangkaian peringatan HUT Ke-81 Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia melalui kegiatan sepeda santai dan lomba panjat pinang.
Suasana penuh kegembiraan begitu terasa. Anak-anak berlarian, warga menikmati hiburan, sementara peserta sepeda santai dan panjat pinang silih berganti memeriahkan arena.
Namun, ketika kemeriahan mulai berakhir, persoalan lain terlihat di sudut-sudut lapangan. Bungkus makanan, botol plastik, dan berbagai jenis sampah tampak berserakan di sekitar lokasi kegiatan dan stan-stan yang sebelumnya dipadati masyarakat.
Di tengah situasi itu, muncul sebuah gagasan spontan yang justru mengubah suasana. Bupati Bone H. Andi Asman Sulaiman, S.Sos., MM menginisiasi lomba pungut sampah. Bukan sekadar imbauan untuk menjaga kebersihan, tetapi dikemas menjadi perlombaan yang mengundang masyarakat turun langsung membersihkan area Lapangan Merdeka. “Siapa yang paling banyak mengumpulkan sampah, kita kasih hadiah,” demikian kurang lebih arahan Bupati Bone melalui pengeras suara.
Seketika, suasana berubah. Anak-anak, ibu-ibu, bapak-bapak, pemuda, hingga panitia yang masih mengenakan kaus bernuansa merah putih beramai-ramai bergerak. Mereka membungkuk, mengambil satu per satu sampah yang berserakan, kemudian mengumpulkannya dalam wadah yang telah disediakan.
Tak sedikit pula warga yang mengangkut tempat sampah berukuran besar untuk menampung hasil pungutan mereka.
Yang semula hanya berupa sampah berserakan, berubah menjadi pemandangan gotong royong. Warga yang beberapa saat sebelumnya menikmati hiburan kini bahu-membahu memastikan ruang publik tersebut kembali bersih.
Semangat berlomba pun semakin terasa ketika warga mengetahui bahwa pengumpul sampah terbanyak akan mendapatkan hadiah uang tunai.
Tidak ada sekat usia dalam aksi tersebut. Anak-anak ikut bersemangat, pemuda bergerak cepat, sementara orang tua tak ingin kalah mengumpulkan sampah sebanyak-banyaknya. Mereka bukan hanya mengejar hadiah, tetapi juga ikut menunjukkan bahwa menjaga kebersihan lingkungan dapat dilakukan bersama-sama.
Bagi Bupati Bone H. Andi Asman Sulaiman, aksi spontan tersebut sengaja dibuat bukan semata-mata untuk meringankan pekerjaan petugas kebersihan Dinas Lingkungan Hidup setelah kegiatan yang menghadirkan banyak orang.
Ada pesan yang jauh lebih penting di baliknya. Menurutnya, masyarakat perlu membangun kesadaran bahwa persoalan sampah bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah atau petugas kebersihan. Setiap orang yang menghasilkan sampah juga memiliki tanggung jawab untuk memastikan sampah tersebut dibuang pada tempatnya.
“Persoalan kebersihan bukan hanya tanggung jawab petugas kebersihan. Ini tanggung jawab kita semua,” menjadi pesan yang mengemuka dari aksi tersebut.
Apa yang dilakukan di Lapangan Merdeka Watampone akhirnya menjadi bagian menarik dari perayaan kemerdekaan tahun ini. Jika biasanya semangat kemerdekaan identik dengan perlombaan dan hiburan, kali ini semangat itu menemukan bentuk lain: gotong royong membersihkan lingkungan.
Kemeriahan HUT Ke-81 RI pun tidak berhenti ketika musik dan rangkaian acara selesai. Semangat kebersamaan justru berlanjut dalam aksi sederhana—memungut sampah yang berserakan.
Dari Lapangan Merdeka Watampone, pesan itu menjadi jelas: merayakan kemerdekaan bukan hanya tentang memeriahkan sebuah acara, tetapi juga tentang merawat ruang bersama yang menjadi milik seluruh masyarakat. Dan pagi itu, sampah yang berserakan menjadi pengingat bahwa kebersihan kota tidak akan pernah selesai jika hanya diserahkan kepada mereka yang berseragam petugas kebersihan. Kebersihan adalah gotong royong. Kebersihan adalah tanggung jawab bersama. (*)


Tinggalkan Balasan