BONE – Di tengah musim kemarau berkepanjangan, ketika mendapatkan air bersih menjadi perjuangan bagi sebagian masyarakat, Pemerintah Kabupaten Bone terus berupaya hadir memberikan solusi. Melalui program Brigade Air Bersih Beramal, bantuan air bersih didistribusikan langsung ke permukiman warga yang terdampak kekeringan.

Sejak 13 Oktober 2026, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bone bersama Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) telah menyalurkan sebanyak 1,1 juta liter air bersih. Bantuan tersebut telah menjangkau sekitar 18.700 jiwa atau setara dengan 4.700 kepala keluarga (KK).

Bagi masyarakat yang sumber airnya mulai mengering, kehadiran mobil tangki pembawa air bersih menjadi harapan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Air yang didistribusikan langsung ke kawasan permukiman itu selanjutnya ditampung dalam wadah yang telah disiapkan warga.

Penyaluran bantuan diprioritaskan pada lima kecamatan yang terdampak kekeringan, yakni Tanete Riattang, Tanete Riattang Barat, Tanete Riattang Timur, Palakka, dan Awangpone.

Plt. Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kabupaten Bone, Andi Muhammad Yusuf, S.STP., M.Si., mengatakan, distribusi air bersih merupakan bentuk respons pemerintah daerah terhadap kesulitan masyarakat dalam memperoleh air akibat kemarau berkepanjangan.

Menurutnya, pemenuhan kebutuhan air bersih menjadi perhatian penting karena air merupakan kebutuhan dasar yang tidak dapat ditunda, baik untuk memasak, mencuci, maupun keperluan rumah tangga lainnya.

“Kami berkomitmen untuk terus hadir di tengah masyarakat dan memastikan kebutuhan dasar warga tetap terpenuhi, terlebih dalam menghadapi kondisi sulit akibat kekeringan seperti saat ini,” ujarnya.

Ia menegaskan, pelayanan distribusi air bersih akan terus dilanjutkan secara bertahap dengan mempertimbangkan tingkat kebutuhan masyarakat serta kondisi wilayah yang mengalami kekeringan.

Sinergi untuk Meringankan Beban Masyarakat

Upaya penanganan dampak kekeringan ini tidak hanya melibatkan BPBD, tetapi juga didukung oleh Satpol PP Kabupaten Bone. Kolaborasi antarlembaga tersebut menjadi bagian dari gerak bersama pemerintah daerah dalam memberikan pelayanan kemanusiaan kepada masyarakat.

Kepala Satpol PP Kabupaten Bone, A. Baharuddin, S.IP., M.Si., menyampaikan bahwa keterlibatan jajarannya dalam Brigade Air Bersih Beramal merupakan wujud dukungan terhadap langkah pemerintah daerah untuk meringankan beban warga terdampak.

Ia menilai, koordinasi dan kerja sama antarperangkat daerah menjadi faktor penting agar pendistribusian bantuan berjalan efektif serta tepat sasaran.

Satpol PP Bone, lanjutnya, akan terus bersinergi dengan BPBD dalam mendukung kegiatan kemanusiaan tersebut, terutama selama masyarakat masih menghadapi dampak musim kemarau berkepanjangan.

Di sisi lain, pemerintah daerah juga mengingatkan masyarakat agar menggunakan air bersih secara hemat dan bijaksana. Penggunaan air diharapkan lebih diprioritaskan untuk kebutuhan pokok sehari-hari sehingga persediaan yang tersedia dapat dimanfaatkan sebaik mungkin.

Menjaga Harapan di Tengah Kemarau

Kekeringan bukan sekadar persoalan berkurangnya sumber air, tetapi juga menyangkut keberlangsungan aktivitas dan kebutuhan dasar masyarakat. Karena itu, distribusi air bersih menjadi langkah nyata untuk membantu warga melewati masa sulit selama musim kemarau.

Melalui Brigade Air Bersih Beramal, Pemerintah Kabupaten Bone berupaya memastikan masyarakat tetap mendapatkan akses terhadap air bersih sekaligus mengurangi beban yang dirasakan warga di sejumlah wilayah terdampak.

Penyaluran 1,1 juta liter air bersih kepada sekitar 18.700 jiwa menjadi gambaran nyata kolaborasi pemerintah daerah dalam menjawab kebutuhan masyarakat.

Selama kemarau masih berlangsung, upaya tersebut diharapkan terus berlanjut. Sebab, di tengah sulitnya mendapatkan air, setiap liter yang sampai ke rumah warga bukan hanya memenuhi kebutuhan sehari-hari, tetapi juga menghadirkan kepedulian dan harapan. (*)