BONE– Bertempat di Ruang Rapat Pimpinan Kantor Bupati Bone Selasa, (18/11/2025) berlangsung dialog penuh harapan antara Pemerintah Kabupaten Bone dan Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas (SKK Migas) Perwakilan Kalimantan dan Sulawesi. Tatap muka itu bukan sekadar pertemuan formal, tetapi langkah awal menuju peluang besar yang dapat mengubah wajah ekonomi Bone beberapa tahun mendatang.
Wakil Bupati Bone, Dr. H. Andi Akmal Pasluddin, SP., MM., hadir langsung menerima rombongan. Ia didampingi jajaran kepala dinas strategis dalam ruang lingkup perizinan, sumber daya alam, pertanian, industri, hingga kerjasama daerah. Tampak keseriusan pemerintah dalam memberi atensi terhadap potensi investasi energi, apalagi terkait agenda nasional kemandirian migas.
Kunjungan tersebut dipimpin oleh Wisnu Wardhana, Kepala Departemen Formalitas dan Komunikasi SKK Migas Kalsul, bersama tim yang terdiri dari berbagai posisi penting dalam sistem komunikasi dan legalitas industri migas. Tidak hanya itu, turut hadir pula jajaran dari perusahaan mitra, Energy Equity Epic Sengkang Ltd (EEES), yang selama lebih dari dua dekade telah mengelola Blok Sengkang.
“Ini adalah tindak lanjut dari arahan Presiden dan Menteri ESDM, agar wilayah timur Indonesia menjadi bagian dari percepatan eksplorasi,” tutur Wisnu dalam pemaparannya. Ia menjelaskan bahwa Sulawesi Selatan kini menjadi salah satu wilayah yang sedang masif menjadi fokus lokasi pencarian cadangan energi baru.
Lebih jauh, Wisnu menegaskan bahwa seluruh biaya eksplorasi dan produksi ditanggung oleh kontraktor. Negara dan masyarakat, katanya, akan menjadi pihak paling diuntungkan melalui jangka waktu panjang.
“Kami diberi amanah untuk memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi kesejahteraan masyarakat. Ini proses panjang, namun sangat strategis.”
Sementara itu, Field Operations Manager EEES, Hadayullah Hamid, memaparkan bahwa EEES telah mengelola Blok Sengkang sejak tahun 1997 dan kini mengoperasikan tiga sumur aktif. Gas tersebut kemudian dialirkan untuk kebutuhan listrik interkoneksi Sulawesi Selatan dan Barat dengan kapasitas produksi harian mencapai 45–50 MMSCFD.
“Kami tidak berhenti mencari sumur baru. Di Wajo, sudah ada 17.000 sambungan city gas untuk rumah tangga, dan kami berharap Bone menjadi wilayah berikutnya,” ujarnya. Ia pun menekankan pentingnya dukungan pemerintah daerah, terutama dalam pelaksanaan survei seismik 2D sebagai pintu masuk proses pengeboran 2026.
Mendengarkan pemaparan dari SKK Migas dan EEES, Wabup Bone memberi sinyal kuat bahwa pemerintah daerah siap menjadi tuan rumah investasi strategis di sektor energi.
Hari ini kami ingin mendengarkan secara detail karena ini adalah hal baru bagi kami. Namun Bone sangat terbuka. Investasi bukan hanya menambah PAD, tetapi juga membuka lapangan pekerjaan baru,” tegasnya.
Ia menegaskan bahwa pemerintah daerah tidak ingin hanya menjadi penonton perubahan, tetapi berperan aktif sebagai mitra pemerintah pusat dan investor dalam mempercepat pembangunan daerah.
Bone, katanya, tidak sekadar menunggu — melainkan menjemput peluang. Seperti jembatan panjang menuju masa depan, energi menjadi salah satu faktor penggerak percepatan perekonomian.
Bone. Tahun 2026 disebut sebagai fase penting dimulainya kegiatan eksplorasi, dimulai dari survei seismik kemudian proses pengeboran sesuai hasil kajian teknis.
Bahwa Bone kelak tidak hanya menjadi daerah agraris dan peternakan, tetapi juga bagian dari peta energi nasional. Karena masa depan, seperti energi, tidak hanya harus ditemukan tapi juga dipersiapkan. (*)



Tinggalkan Balasan