BONE– Di tengah denyut aktivitas Ramadan yang semakin terasa, Bupati Bone, H. Andi Asman Sulaiman, kembali turun langsung menyapa warganya pada Senin, 23 Februari 2026. Kali ini, Eks Pasar Sentral Watampone menjadi titik singgahnya, tempat di mana denyut ekonomi rakyat berputar sejak fajar menyingsing.
Sejak pagi, para pedagang kaki lima, mulai dari penjual sayur hingga pedagang ikan, tampak memanfaatkan momentum bulan suci dengan berjualan lebih awal. Ramadan bukan hanya tentang ibadah, tetapi juga tentang harapan rezeki yang meningkat. Di sela-sela kesibukan itu, Bupati Bone menyempatkan diri berbincang hangat dengan para pedagang.
Ia menanyakan langsung harga kebutuhan pokok, harga ikan, serta dinamika pasar selama Ramadan. Langkah ini bukan sekadar kunjungan seremonial, melainkan upaya konkret pemerintah daerah dalam memantau stabilitas harga dan mengendalikan inflasi selama bulan suci. Dengan mendengar langsung keluhan dan harapan pedagang, pemerintah dapat mengambil kebijakan yang lebih tepat sasaran.
Tak hanya berbicara soal harga, perhatian Bupati juga tertuju pada kondisi fasilitas pasar dan infrastruktur di sekitarnya. Ia mengamati sarana yang digunakan masyarakat, sekaligus memikirkan langkah penataan kota ke depan agar Kabupaten Bone semakin tertib, nyaman, dan representatif sebagai pusat aktivitas ekonomi masyarakat.
Dari pasar, langkah Bupati berlanjut ke lokasi pengerjaan jalan di Jalan Andi Amir. Di ruas jalan yang selama ini dikeluhkan warga karena berlubang dan rusak, kini alat berat bekerja tanpa henti. Proyek tersebut dibiayai melalui bantuan keuangan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, sebagai bagian dari komitmen menghadirkan infrastruktur yang layak bagi masyarakat.
Di hadapan jajaran dinas terkait, Bupati menegaskan komitmennya untuk menuntaskan persoalan jalan rusak di Bone. Dari total 981 kilometer jalan rusak yang menjadi pekerjaan rumah besar pemerintah daerah, dalam satu tahun kepemimpinan “BerAMAL”, realisasi perbaikan jalan telah mencapai 329 kilometer. Angka ini bahkan melampaui target kampanye yang sebelumnya menargetkan 100 kilometer per tahun.
Keberhasilan tersebut, menurutnya, tidak lepas dari sinergi seluruh Kepala OPD di Kabupaten Bone, serta dukungan pemerintah provinsi dan pusat melalui APBD maupun APBN. Kabupaten Bone dengan 27 kecamatan, 328 desa, dan 44 kelurahan memang membutuhkan perhatian serius dalam pembangunan infrastruktur, mengingat luas wilayah dan kebutuhan mobilitas masyarakat yang tinggi.
“Alhamdulillah, satu per satu mulai terjawab. Kami memohon dukungan, kerja sama, kekompakan, dan kebersamaan seluruh elemen masyarakat. Mari bersinergi membangun Bone untuk menjadi Bone yang lebih baik,” ungkapnya.
Di bulan Ramadan yang penuh berkah ini, langkah Bupati menyapa pasar dan meninjau jalan rusak menjadi simbol bahwa pembangunan bukan hanya soal angka dan proyek, tetapi tentang hadirnya pemimpin di tengah rakyat—mendengar, melihat, dan memastikan perubahan benar-benar dirasakan masyarakat. (*)



Tinggalkan Balasan