BONE– Di Aula Puskesmas Paccing, Kecamatan Awangpone, harapan tentang masa depan yang lebih sehat berkumpul dalam satu ruang. Bukan sekadar seremoni, tetapi pertemuan banyak pihak yang memiliki kepedulian yang sama: memastikan anak-anak tumbuh tanpa bayang-bayang stunting, dan para ibu menjalani kehamilan dengan gizi yang cukup.
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Bone bersama Puskesmas Awangpone mengambil langkah nyata melalui penyaluran bantuan gizi bagi balita stunting dan ibu hamil. Sebanyak 114 paket bantuan disiapkan, bukan hanya sebagai bentuk kepedulian, tetapi juga sebagai intervensi konkret terhadap persoalan gizi yang masih menjadi tantangan di daerah.
Kehadiran sejumlah unsur penting seperti Camat Awangpone Andi Aidil Apriadi Sammang, Danramil, Kapolsek Awangpone AKP Supriyadi, Kepala KUA Awangpone Abdurrahim Riduang, hingga jajaran kepala puskesmas menjadi gambaran kuat bahwa penanganan stunting tidak bisa dilakukan sendiri. Ia membutuhkan kolaborasi, sinergi, dan komitmen bersama lintas sektor.
Di tengah acara, penyerahan bantuan dilakukan secara simbolis oleh Wakil Ketua Bidang Pendistribusian BAZNAS Kabupaten Bone, H. Muhaemin Ali. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa program ini bukan sekadar agenda rutin, melainkan bagian dari upaya berkelanjutan untuk mendukung program pemerintah dalam menekan angka stunting.
Ia menyampaikan harapan sederhana namun bermakna: agar bantuan tersebut benar-benar mampu meningkatkan asupan gizi ibu hamil dan anak-anak. Sebab dari asupan gizi yang cukup, tumbuh peluang besar untuk melahirkan generasi yang lebih sehat dan kuat.
Dari sisi tenaga kesehatan, apresiasi pun mengalir. Pihak Puskesmas melihat bantuan ini sebagai energi tambahan dalam menjalankan tugas mereka di lapangan. Mereka memahami bahwa edukasi gizi dan pelayanan kesehatan saja tidak cukup tanpa dukungan nyata berupa pemenuhan kebutuhan nutrisi masyarakat.
Di balik angka 114 paket bantuan, tersimpan cerita tentang ibu yang berjuang menjaga kandungannya, dan anak-anak yang sedang berada pada fase emas pertumbuhan. Setiap paket adalah simbol perhatian, sekaligus pengingat bahwa masa depan sebuah daerah ditentukan dari kualitas generasi mudanya hari ini.
Kegiatan ini tidak hanya berhenti pada penyaluran bantuan. Ia juga menjadi ruang edukasi, membangun kesadaran bahwa gizi seimbang adalah fondasi utama kesehatan. Dari Awangpone, pesan itu digaungkan: bahwa mencegah stunting bukan hanya tugas pemerintah atau tenaga medis, tetapi tanggung jawab bersama.
Dan di aula sederhana itu, langkah kecil telah diambil—menuju Bone yang lebih sehat, lebih kuat, dan lebih siap menghadapi masa depan. (*)



Tinggalkan Balasan