BONE — Asosiasi Lari Trail Indonesia (ALTI) Kabupaten Bone menunjukkan komitmennya dalam mengembangkan olahraga lari trail dengan menurunkan 12 atlet pada ajang eksibisi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sulawesi Selatan XVIII 2026.
Eksibisi cabang olahraga lari trail tersebut berlangsung di Camba, Kabupaten Maros, pada 2–4 Oktober 2026. Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian Porprov Sulsel XVIII Wajo-Bone 2026.
Ketua ALTI Kabupaten Bone, M. Arma Amin, mengatakan keikutsertaan 12 atlet tersebut merupakan bagian dari upaya memberikan pengalaman bertanding sekaligus mengukur kemampuan atlet Bone di level provinsi. “Kami menurunkan 12 atlet dalam eksibisi lari trail Porprov Sulsel XVIII 2026. Ini bukan hanya tentang mengejar medali, tetapi bagaimana atlet mendapatkan pengalaman, mengukur kemampuan, dan mempersiapkan diri untuk kompetisi yang lebih besar ke depannya,” ujar M. Arma Amin.
Dari 12 atlet yang diturunkan, sejumlah atlet ALTI Bone mampu menunjukkan performa kompetitif. Andi Nurhawidah menjadi salah satu atlet yang mencatatkan prestasi dengan meraih posisi kedua pada kategori Vertikal Senior Putri dan posisi kedua pada kategori Klasik Senior Putri.
Sementara itu, Irnawati menempati posisi keempat pada kategori Klasik Senior Putri. Sedangkan Adrian berhasil finis di posisi kelima kategori Klasik Senior Putra. Arma mengatakan, persaingan pada eksibisi tersebut berlangsung cukup ketat karena atlet Bone harus menghadapi sejumlah atlet yang disebutnya memiliki pengalaman dan level kompetisi Asia.
Menurut Arma, Andi Nurhawidah bahkan mampu bersaing ketat pada dua kategori yang diikutinya. “Kami cuma mendapatkan dua perunggu di kelas Klasik Senior Putri dan Vertikal Putri melalui Andi Nurhawidah. Persaingannya cukup berat karena ada atlet yang dikirim Kabupaten Maros dan Kota Makassar yang memiliki pengalaman di level Asia,” sebutnya.
Arma menambahkan, jika melihat hasil pertandingan, Andi Nurhawidah dinilainya memiliki peluang besar untuk meraih posisi teratas apabila tidak berhadapan dengan atlet berpengalaman tersebut. “Kalau bukan pemain Asia, yakni Fisna asal Kabupaten Maros di kelas Vertikal Putri dan Fitri asal Makassar di Klasik Senior Putri, kami melihat Andi Nurhawidah punya peluang untuk mendapatkan dua emas,” katanya.
Meski belum mampu membawa pulang medali emas, Arma menilai capaian tersebut menjadi modal penting bagi perkembangan atlet lari trail Bone. “Hasil ini tentu menjadi kebanggaan bagi ALTI Bone. Masih ada yang harus dievaluasi dan ditingkatkan, tetapi capaian atlet kami menunjukkan bahwa potensi lari trail di Bone cukup besar,” ujarnya.
Menurutnya, lari trail memiliki tantangan tersendiri. Atlet tidak hanya dituntut memiliki kecepatan, tetapi juga membutuhkan daya tahan fisik, mental, teknik, serta kemampuan beradaptasi dengan medan alam yang berbeda-beda.
Karena itu, ALTI Bone berkomitmen untuk terus melakukan pembinaan dan memberikan ruang kepada atlet-atlet muda untuk berkembang melalui berbagai ajang kompetisi. “Kami berharap ke depan semakin banyak atlet Bone yang mampu bersaing di tingkat Sulsel bahkan nasional. Eksibisi ini menjadi salah satu langkah awal untuk membangun prestasi lari trail Bone secara berkelanjutan,” tutup Arma. (*)


Tinggalkan Balasan