Bone — Suasana haru dan bangga menyelimuti halaman Pondok Pesantren Bustanul Amien, Kelurahan Pancaitana, Rabu pagi (25/6/2025). Di bawah langit cerah Kecamatan Salomekko, sebanyak 101 santriwan dan santriwati TK-TPA LPPTKA-BKPRMI diwisuda, mengukir langkah awal mereka sebagai generasi Qur’ani.
Acara yang sarat makna ini dihadiri langsung oleh Wakil Bupati Bone, Andi Akmal Pasluddin, didampingi Wakil Ketua TP PKK Kabupaten Bone, Maya Damayanti A. Akmal. Kehadiran orang nomor dua di Kabupaten Bone ini tidak hanya menjadi simbol perhatian pemerintah terhadap pendidikan keagamaan, tetapi juga pengakuan atas pentingnya pondasi spiritual dalam membentuk karakter anak bangsa.
Wisuda dibuka dengan pembacaan Ikrar Santri, dilantunkan serempak oleh para wisudawan dengan suara penuh semangat dan ketulusan. Momentum ini menjadi simbol bahwa meski usia mereka masih belia, namun mereka telah disemai dengan nilai-nilai keimanan yang kokoh.
Ustaz Ramza, S.Pd.I, selaku Ketua Panitia, melaporkan bahwa kegiatan ini adalah hasil kerja sama seluruh elemen masyarakat yang peduli terhadap pendidikan Islam. Ia menyampaikan terima kasih atas dukungan moral dan material yang diberikan berbagai pihak.
Sementara itu, Ketua DPD BKPRMI Bone, Hasbullah, S.Pd.I., M.Pd., mengajak seluruh hadirin untuk terus mendukung peningkatan kualitas TK/TPA. “Pendidikan anak adalah aset paling berharga yang kelak menjadi bekal terbaik orang tua,” tegasnya penuh makna. Ia menekankan pentingnya konsistensi dalam belajar dan mengamalkan Al-Qur’an sebagai bagian dari kehidupan.
Dalam sambutannya, Wabup Bone Andi Akmal memberikan apresiasi tinggi kepada BKPRMI dan para ustaz-ustazah yang selama ini berjasa mendidik generasi Qur’ani. Ia menyebut, peran mereka sangat mulia dan menjadi bagian penting dalam menciptakan masyarakat yang religius dan berkarakter.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Bone, saya ucapkan terima kasih kepada BKPRMI. Anak-anak ini Insya Allah akan menjadi penyejuk di rumah-rumah kita,” ungkapnya.
Ia menegaskan bahwa Pemkab Bone berkomitmen dalam pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, terutama di bidang pendidikan. Tahun anggaran 2025, pemerintah mengalokasikan Rp2 miliar dari APBD untuk insentif bagi imam desa, kelurahan, serta guru mengaji. Tak hanya itu, ia juga mengungkapkan upaya pemerintah untuk memberikan hibah bagi Ponpes Bustanul Amien.
“Semua harus dapat. Kita akan terus kawal, jadi jangan takut,” tegasnya disambut tepuk tangan para hadirin.
Dalam penutup sambutannya, Andi Akmal mengungkapkan bahwa pelaksanaan wisuda ini bukan sekadar seremoni, tapi langkah awal menuju masa depan generasi Bone yang religius dan unggul. Menurutnya, tumbuhnya kesadaran orang tua akan pentingnya ilmu agama adalah sinyal positif bagi kemajuan daerah.
“Dengan ilmu, manusia akan tumbuh menjadi pribadi yang terpelajar, cerdas, beradab, dan maju. Inilah jalan peradaban,” ungkapnya.
Ia berharap, para santri yang hari ini diwisuda akan tumbuh menjadi generasi penerus yang berakhlak mulia, peduli sosial, dan berjiwa Qur’ani. Bekal keimanan dan karakter yang kuat akan menjadi tameng dari segala tantangan zaman.
Agenda wisuda ini turut dihadiri oleh Camat Salomekko, jajaran Forkopimcam, Ketua BKPRMI Kabupaten Bone, pimpinan Ponpes Bustanul Amien, serta para orang tua dan wali murid. Mereka menjadi saksi bahwa pembangunan manusia tidak hanya tugas sekolah formal, tapi kolaborasi utuh seluruh elemen masyarakat.
Di tengah sorot mata para orang tua yang berkaca, dan senyum kecil para santri yang mengenakan toga mini mereka, hari itu menjadi bukti: masa depan Bone sedang disiapkan, satu huruf hijaiyah demi satu. (*)



Tinggalkan Balasan