Yogyakarta – Dalam upaya meningkatkan pengelolaan sampah sekaligus membuka peluang pendapatan asli daerah (PAD), Bupati Bone, H. Andi Asman Sulaiman, melakukan kunjungan studi tiru ke Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, pada awal Mei 2025.
Kunjungan tersebut disambut langsung oleh Bupati Sleman, Bapak Harda Kiswaya, di ruang kerjanya. Turut hadir mendampingi, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Sleman, Ibu Epiphana, dan Kabid Kebersihan serta Pengelolaan Ruang Terbuka Hijau, Bapak Junedi.
Kabupaten Sleman dikenal sebagai salah satu daerah yang berhasil mengelola sampah dengan pendekatan kolaboratif bersama sektor swasta dan UMKM. Dalam pemaparannya, Bupati Harda Kiswaya menjelaskan bahwa pengelolaan sampah di Sleman melibatkan jasa pengangkutan sampah dari pihak swasta serta UMKM persampahan. Model ini tidak hanya efektif dalam penanganan sampah, tetapi juga memberikan kontribusi nyata terhadap PAD daerah.
Setiap depo sampah yang tersebar hampir di setiap kecamatan dikelola dengan sistem retribusi dari pihak swasta. Dari sinilah Pemerintah Kabupaten Sleman memperoleh PAD hingga mencapai Rp5 miliar per tahun. Salah satu bentuk inovasi yang dikembangkan adalah pengolahan sampah menjadi RDF (Refuse Derived Fuel), bahan bakar alternatif yang digunakan di pabrik semen. Sementara itu, sampah seperti dos dan barang rongsokan dijual kembali melalui skema daur ulang.
Sampah dari pasar pun tidak luput dari perhatian. Seluruh pedagang dikenakan tarif retribusi yang kemudian masuk ke PAD Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Perindag), yang selanjutnya mengelola pengangkutannya ke Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST).
Bupati Bone, H. Andi Asman Sulaiman, mengapresiasi sistem pengelolaan sampah di Sleman dan menyatakan komitmennya untuk mereplikasi pola serupa di Kabupaten Bone.
“Kami melihat potensi besar dari sektor pengelolaan sampah. Selain mengatasi persoalan lingkungan, ini juga bisa menjadi sumber PAD yang cukup signifikan. Kita perlu mendorong kolaborasi dengan swasta dan masyarakat, seperti yang dilakukan Sleman,” ungkapnya.
Kunjungan ini diharapkan menjadi awal dari transformasi pengelolaan sampah di Bone yang lebih modern, berkelanjutan, dan berkontribusi terhadap perekonomian daerah.(*)



Tinggalkan Balasan