BONE — Gelaran Arung Palakka Championship 1 2026 berlangsung meriah dan sukses. Kejuaraan pencak silat yang digelar di Makorem 141/Tp, Sabtu (27/9/2026) tersebut menjadi panggung bagi para pesilat dari berbagai daerah untuk menunjukkan kemampuan sekaligus mengasah mental bertanding.

Di tengah persaingan ketat antarkontingen, Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kabupaten Bone berhasil menunjukkan performa gemilang. Sebanyak 98 atlet Bone turun bertanding dalam berbagai kategori usia, mulai dari pra usia dini hingga dewasa.

Hasilnya pun membanggakan. Kontingen IPSI Kabupaten Bone berhasil mengoleksi 98 medali, masing-masing 39 medali emas, 29 medali perak, dan 30 medali perunggu.

Capaian tersebut menjadi gambaran kerja keras para atlet, pelatih, serta manajemen dalam mempersiapkan pesilat-pesilat Bone menghadapi berbagai ajang kompetisi.

Momen kebanggaan lainnya terlihat dalam prosesi penyerahan penghargaan kepada para juara. Salah satu peraih Juara II menerima penghargaan yang diserahkan secara simbolis oleh Murniati, SE, selaku Manager Atlet Pencak Silat Kabupaten Bone, bersama pihak panitia dan perwakilan wasit/juri kejuaraan.

Para pemenang berhak menerima piala kejuaraan, piagam penghargaan, serta uang pembinaan sebesar Rp3 juta. Penyerahan penghargaan dilakukan di atas podium sebagai bentuk apresiasi atas perjuangan dan prestasi para pesilat selama mengikuti pertandingan.

Kejuaraan tersebut juga mendapat dukungan dan sponsor dari PT Perisai Emas Nusantara, yang turut berkontribusi dalam terselenggaranya ajang pencak silat tersebut.

Bagi IPSI Bone, Arung Palakka Championship 1 2026 bukan sekadar ajang perebutan medali. Kompetisi ini menjadi ruang pembinaan sekaligus evaluasi bagi para atlet untuk mengukur kemampuan mereka sebelum menghadapi pertandingan yang lebih besar.

Para atlet Bone yang bertanding terbagi dalam sejumlah kategori, yakni Pra Usia Dini, Usia Dini 1, Usia Dini 2, Pra Remaja, Remaja, dan Dewasa.

Di balik capaian tersebut, terdapat kerja bersama tim IPSI Kabupaten Bone yang dikoordinasikan langsung oleh Murniati, SE sebagai manager. Pembinaan atlet juga didukung oleh pelatih Nurmalasari Suardi, S.Pd dan Reskiawan.

Murniati menilai keberhasilan para atlet di Arung Palakka Championship 1 2026 menjadi modal penting untuk menghadapi agenda olahraga berikutnya.

Menurutnya, pengalaman bertanding serta raihan medali yang diperoleh para pesilat Bone dapat menjadi bekal berharga dalam menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) yang dijadwalkan berlangsung pada November mendatang.

“Kesuksesan ini menjadi bekal bagi para atlet kita menuju Porprov nantinya yang akan diselenggarakan pada bulan November yang akan datang,” ujar Murniati.

Keberhasilan IPSI Bone di Arung Palakka Championship 1 2026 sekaligus menunjukkan bahwa pembinaan pencak silat di daerah terus berjalan. Dengan melibatkan atlet dari berbagai kelompok usia, regenerasi pesilat diharapkan terus tumbuh sehingga olahraga bela diri tradisional Indonesia tersebut semakin diminati generasi muda.

Lebih dari sekadar angka medali, perjalanan para pesilat Bone di ajang ini menjadi cerita tentang keberanian tampil, disiplin berlatih, serta semangat untuk membawa nama daerah ke podium juara.

Dengan Porprov yang semakin dekat, raihan 39 emas, 29 perak, dan 30 perunggu di Arung Palakka Championship 1 2026 menjadi catatan penting sekaligus pijakan bagi IPSI Bone untuk kembali mempersiapkan atlet-atlet terbaiknya menghadapi persaingan di tingkat provinsi. (*)