BONE — Transformasi digital mulai diarahkan menjadi bagian penting dalam upaya Pemerintah Kabupaten Bone meningkatkan kualitas pelayanan publik. Gagasan menghadirkan sebuah Super App yang mengintegrasikan berbagai layanan pemerintah menjadi salah satu langkah yang dibahas untuk membawa Bone menuju kabupaten digital.
Gagasan tersebut mengemuka dalam pertemuan Bupati Bone, H. Andi Asman Sulaiman, S.Sos., M.M., didampingi Plt. Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Persandian Bone Andi Rizky Pratama, S.STP., M.Si., bersama jajaran PT Citra Celebes Multimedia dan PT Indosat Tbk.
Pertemuan berlangsung di Ruang Pertemuan Gubernur, Rumah Jabatan Bupati Bone, Jalan Petta Ponggawae, Selasa (29/9/2026).
Di tengah perkembangan teknologi yang semakin memengaruhi pola kehidupan masyarakat, pemerintah daerah dituntut menghadirkan pelayanan yang tidak hanya cepat, tetapi juga mudah diakses. Digitalisasi menjadi salah satu jalan untuk menjawab kebutuhan tersebut.
Direktur Utama PT Citra Celebes Multimedia, A.M. Zulkarnain, mengatakan Bone telah memiliki modal berupa infrastruktur teknologi informasi yang dapat menjadi dasar pengembangan digitalisasi daerah.
Menurutnya, langkah berikutnya adalah membangun sebuah platform terpadu yang dapat menjadi pintu masuk masyarakat untuk mengakses berbagai layanan pemerintah.
“Objektifnya adalah Kabupaten Bone itu punya Super App sendiri seperti layaknya Kota Makassar, Kota Surabaya dan Kota Jakarta,” ujar Zulkarnain.
Konsep Super App tersebut nantinya tidak sekadar menjadi aplikasi informasi. Platform itu dirancang untuk mengintegrasikan sejumlah kebutuhan masyarakat, mulai dari layanan administrasi pemerintahan, informasi bantuan, hingga kanal pengaduan masyarakat.
Dengan layanan yang terintegrasi dalam satu aplikasi, masyarakat diharapkan tidak perlu mengakses berbagai kanal secara terpisah untuk mendapatkan pelayanan pemerintah.
Di sisi lain, pemerintah daerah juga dapat memperoleh jalur komunikasi yang lebih cepat dalam merespons kebutuhan masyarakat melalui perangkat daerah terkait.
Bagi Bone, gagasan tersebut menjadi bagian dari upaya membangun pola pelayanan publik yang lebih adaptif terhadap perkembangan teknologi.
Bupati Bone Andi Asman Sulaiman menyambut positif rencana pengembangan tersebut. Ia meminta agar pembahasan tidak berhenti pada pertemuan awal, tetapi segera ditindaklanjuti melalui koordinasi dengan Dinas Komunikasi, Informatika dan Persandian Bone.
“Berkoordinasi dengan Diskominfo supaya kita menyusun komitmen bersama supaya Bone ini bisa menuju ke kabupaten digital,” kata Andi Asman.
Bupati juga memberikan perhatian pada aspek pelayanan kesehatan. Ia berharap pengembangan aplikasi nantinya dapat terhubung dengan rumah sakit daerah sehingga masyarakat bisa memperoleh informasi pelayanan kesehatan secara lebih mudah.
Salah satu informasi yang diharapkan tersedia adalah ketersediaan kamar rumah sakit. Dengan informasi tersebut, masyarakat yang hendak mendapatkan pelayanan kesehatan dapat mengetahui kondisi ketersediaan kamar sebelum datang ke rumah sakit.
Integrasi layanan kesehatan menjadi salah satu gambaran bagaimana transformasi digital diharapkan tidak berhenti pada urusan administrasi pemerintahan, tetapi menyentuh kebutuhan masyarakat sehari-hari.
Bagi Andi Asman, tujuan utama digitalisasi bukan sekadar menghadirkan teknologi baru. Lebih dari itu, teknologi harus mampu membuat pelayanan pemerintah terasa lebih dekat dan mudah dijangkau masyarakat.
“Maunya digitalisasi Kabupaten Bone ini bisa mempermudah layanan masyarakat dan mendekatkan pemerintah dengan masyarakat,” pungkasnya.
Jika terealisasi, Super App Kabupaten Bone nantinya diharapkan menjadi salah satu instrumen yang menghubungkan pemerintah dan masyarakat dalam satu ekosistem layanan digital.
Langkah tersebut sekaligus menjadi bagian dari arah pembangunan Bone untuk beradaptasi dengan era pemerintahan digital, dengan pelayanan publik sebagai salah satu fokus utamanya. (*)


Tinggalkan Balasan