BONE — Puing-puing rumah yang terbakar masih menyisakan duka bagi warga Desa Sanrangeng, Kecamatan Dua Boccoe, Kabupaten Bone. Sehari setelah kebakaran melanda permukiman warga, Minggu (13/9/2026), Anggota Komisi III sekaligus Badan Anggaran (Banggar) DPR RI periode 2024–2029, Andi Amar Ma’ruf Sulaiman, datang langsung melihat kondisi para korban.

Dengan mengenakan kemeja putih, Andi Amar menelusuri lokasi kebakaran. Ia melihat dari dekat rumah-rumah warga yang hangus terbakar serta sejumlah bangunan yang terdampak. Rombongan Andi Amar juga didampingi perwakilan warga setempat saat menyusuri lokasi bencana.

Kedatangannya bukan sekadar untuk melihat sisa-sisa kebakaran. Di tengah suasana duka, Andi Amar juga membawa bantuan kemanusiaan bagi warga yang kini harus bertahan di tengah kondisi serba terbatas.

Penyaluran bantuan dipusatkan di posko pengungsian yang didirikan di sekitar lokasi. Sejumlah paket logistik dan kebutuhan pokok disiapkan oleh AAS Community bersama tim relawan, di bawah spanduk bertuliskan “Bantuan Kemanusiaan Masyarakat Sul-Sel.”

Secara simbolis, Andi Amar menyerahkan bantuan kepada perwakilan warga korban kebakaran. Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari sekaligus menjadi bentuk dukungan moril kepada masyarakat yang tengah menghadapi masa sulit.

Dalam kesempatan itu, Andi Amar menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban. Ia berharap bantuan yang diberikan dapat dimanfaatkan dan disalurkan secara merata kepada seluruh warga terdampak.

“Turut berduka kepada korban kebakaran. Mudah-mudahan apa yang masyarakat salurkan bisa dimanfaatkan secara merata,” ujar Andi Amar.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada para relawan yang turun membantu masyarakat sejak bencana terjadi.

“Teman-teman relawan semoga sehat-sehat semua. Doakan, kami upayakan semoga bisa mendapatkan bantuan pembangunan rumah, baik di kabupaten, provinsi, atau di pusat,” katanya.

Pernyataan tersebut menjadi harapan baru bagi warga yang tidak hanya kehilangan tempat tinggal, tetapi juga harus kembali menata kehidupan dari awal.

Kebakaran tersebut terjadi pada Sabtu (12/9/2026) sekitar pukul 14.25 Wita. Berdasarkan data korban yang dihimpun, sebanyak 11 rumah terdampak dalam peristiwa tersebut. Sembilan rumah di antaranya terbakar, sementara dua rumah lainnya mengalami dampak akibat kebakaran.

Peristiwa itu juga menyebabkan satu orang meninggal dunia. Korban diketahui merupakan seorang laki-laki berusia sekitar 40 tahun bernama Hasan.

Sebelas warga yang rumahnya menjadi korban maupun terdampak kebakaran tercatat dalam data sementara, yakni Salma, Ruddin, Kaya, H. Malik, Hasna, Latuo, Juma, Hj. Tiha, Pattawe, Tahang, dan Nia.

Bagi para korban, bantuan yang datang menjadi penguat di tengah kehilangan. Namun, kebutuhan mereka tentu tidak berhenti pada bantuan logistik. Tempat tinggal dan kehidupan yang kembali normal menjadi pekerjaan besar yang harus dilakukan bersama.

Karena itu, kunjungan Andi Amar tidak hanya membawa paket bantuan. Ada pula harapan agar penanganan pascakebakaran dapat berlanjut hingga pembangunan kembali rumah-rumah warga yang rusak dan terbakar.

Di antara puing-puing yang tersisa, warga Desa Sanrangeng kini menatap hari-hari berikutnya dengan harapan. Bantuan dari masyarakat, relawan, pemerintah daerah, pemerintah provinsi hingga pemerintah pusat diharapkan dapat menjadi bagian dari proses mereka untuk bangkit kembali. (*)