BONE — Di tengah kepungan duka akibat musibah kebakaran yang menghanguskan sedikitnya 10 rumah warga di Desa Sanrangeng, Kecamatan Dua Boccoe, secercah kepedulian hadir melalui bantuan logistik dari Pemerintah Kabupaten Bone.

Musibah yang terjadi pada Sabtu, 12 September 2026 tersebut tidak hanya menghanguskan sedikitnya 10 unit rumah, tetapi juga menyebabkan tiga unit rumah lainnya turut terdampak. Bagi warga yang kehilangan tempat tinggal dan harta benda, musibah itu meninggalkan luka sekaligus menghadirkan tantangan untuk kembali menata kehidupan.

Di tengah kondisi tersebut, perhatian dan bantuan dari pemerintah menjadi salah satu bentuk penguatan bagi para korban. Pemerintah Kecamatan Dua Boccoe melalui H. Amirat menyampaikan apresiasi dan terima kasih yang mendalam kepada Bupati Bone, H. Andi Asman Sulaiman, S.Sos., M.M., atas kepedulian serta bantuan yang diberikan kepada warga yang terdampak kebakaran.

Penyerahan bantuan logistik dilakukan langsung di lokasi kejadian. Bantuan tersebut diserahkan dengan disaksikan oleh perwakilan Pemerintah Kabupaten Bone, di antaranya Pj. Sekda Bone Hj. Andi Tenriawaru, SP., M.Si., Plt. Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Andi Irmayani, Plt. Kadis SDABK Kasdar, ST., M.Si., unsur pemerintah kecamatan, petugas Tagana, serta warga setempat.

Bantuan yang disalurkan diharapkan tidak sekadar menjadi pemenuhan kebutuhan dasar, tetapi juga menjadi tanda bahwa warga yang sedang menghadapi musibah tidak berjalan sendirian. Logistik yang diberikan kepada para korban berupa air mineral, beras, minyak goreng, gula pasir, ikan kaleng, paket peralatan mandi, set alat makan, selimut, terpal, ember, tikar, dan kasur. Selain itu, pemerintah juga menyiapkan tenda pengungsian bagi warga yang membutuhkan tempat berlindung sementara.

Bantuan tersebut bersumber dari pengadaan APBD, Pemerintah Provinsi, serta bantuan dari para mitra, sebagai bagian dari upaya bersama dalam membantu masyarakat yang terdampak bencana. Pemerintah Kecamatan Dua Boccoe berharap bantuan tersebut dapat sedikit meringankan beban warga yang menjadi korban kebakaran, terutama dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari selama masa pemulihan.

Lebih dari sekadar bantuan material, dukungan moral juga diberikan kepada para korban. Doa dan penguatan disampaikan agar warga terdampak diberi ketabahan dalam menghadapi cobaan serta diberikan kekuatan untuk kembali bangkit.

Pemerintah kecamatan juga berharap setiap bantuan dan kepedulian yang diberikan kepada para korban mendapat balasan kebaikan dari Allah SWT. Di balik musibah yang datang secara tiba-tiba, terselip harapan agar kehidupan warga dapat kembali pulih dan mereka memperoleh rezeki pengganti yang berlipat ganda.

Bagi warga Desa Sanrangeng, perjalanan untuk kembali membangun kehidupan tentu tidak selesai hanya dengan satu kali bantuan. Namun, kepedulian yang hadir di tengah musibah menjadi pengingat bahwa dalam keadaan sulit sekalipun, masih ada tangan-tangan yang terulur. Dari lokasi kebakaran itu, harapan perlahan kembali dinyalakan—bahwa setelah kehilangan, selalu ada kesempatan untuk bangkit dan menata kembali kehidupan. (*)