Watampone — Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Blok Wanita Lapas Kelas IIA Watampone mengikuti kegiatan pembinaan kepribadian berupa pelatihan seni tari tradisional Tari Alusu, Selasa (9/9).
Kegiatan yang berlangsung di Blok Wanita tersebut didampingi oleh peserta magang. Pelatihan Tari Alusu menjadi salah satu kegiatan positif bagi WBP sekaligus menjadi sarana untuk mengenalkan dan melestarikan seni budaya tradisional di lingkungan pemasyarakatan.
Pelatihan ini juga menjadi wadah bagi warga binaan untuk menyalurkan minat dan bakat di bidang seni serta mengisi waktu selama menjalani masa pidana dengan aktivitas yang positif dan produktif.
Pemilihan Tari Alusu dinilai tepat karena merupakan salah satu kesenian tradisional khas Sulawesi Selatan yang memiliki nilai budaya dan menjadi bagian dari kekayaan seni daerah. Pengenalan seni tradisional tersebut turut mendukung pembinaan kepribadian WBP agar mampu mengembangkan potensi diri melalui kegiatan yang bermanfaat.
Selain mengasah kreativitas, latihan tari diharapkan dapat menumbuhkan kedisiplinan, kekompakan, serta rasa percaya diri warga binaan.
Proses latihan diawali dengan kegiatan peregangan untuk mempersiapkan kondisi fisik para WBP. Selanjutnya, peserta mendapatkan peragaan sekaligus pengenalan gerakan dasar Tari Alusu yang dipandu oleh peserta magang.
Para WBP Blok Wanita terlihat antusias mengikuti setiap gerakan yang diperagakan. Kegiatan berlangsung secara tertib dan kondusif hingga seluruh rangkaian latihan selesai.
Kepala Lapas Kelas IIA Watampone, Rahnianto, memberikan perhatian positif terhadap pelaksanaan kegiatan tersebut. Menurutnya, kegiatan seni merupakan salah satu sarana pembinaan yang dapat memberikan ruang bagi warga binaan untuk mengembangkan potensi sekaligus membangun sikap positif selama menjalani masa pidana.
“Kegiatan pelatihan Tari Alusu ini merupakan bagian dari pembinaan kepribadian yang kami berikan kepada warga binaan. Selain menjadi wadah untuk mengembangkan minat dan kreativitas, kegiatan ini juga menjadi sarana untuk menumbuhkan kedisiplinan, kekompakan, dan rasa percaya diri. Kami berharap kegiatan-kegiatan positif seperti ini dapat terus memberikan manfaat bagi warga binaan sebagai bekal dalam proses reintegrasi sosial,” ujar Rahnianto.
Pelatihan seni Tari Alusu tersebut menjadi bagian dari pelaksanaan pembinaan kepribadian bagi warga binaan di Lapas Kelas IIA Watampone. Melalui kegiatan yang positif dan produktif, WBP diharapkan dapat terus mengembangkan potensi diri serta memperoleh bekal yang bermanfaat untuk mendukung proses reintegrasi sosial setelah selesai menjalani masa pidana. (*)


Tinggalkan Balasan