BONE — Hamparan lahan pertanian di Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, kembali menarik perhatian investor dari luar daerah. Kali ini, bukan sekadar budidaya yang menjadi bidikan, tetapi sebuah rencana besar untuk membangun ekosistem pertanian jagung dari hulu hingga hilir.
Adalah PT Indorasaprima Sukses Gemilang, perusahaan asal Brebes, Jawa Tengah, yang menyatakan ketertarikannya mengembangkan pertanian jagung dalam skala besar di Kabupaten Bone.
Tak tanggung-tanggung, perusahaan yang bergerak di bidang jagung tersebut membidik lahan sekitar 5.000 hektare, sekaligus menyiapkan rencana pembangunan pabrik sebagai bagian dari pengembangan investasinya.
Rencana besar itu disampaikan langsung Direktur Utama PT Indorasaprima Sukses Gemilang, Joe Felix Johan, saat bertemu Bupati Bone H. Andi Asman Sulaiman di salah satu kafe di Jalan Makmur, Kabupaten Bone, Jumat (4/9).
Pertemuan tersebut menjadi langkah awal untuk membicarakan peluang investasi di sektor pertanian, khususnya komoditas jagung yang selama ini menjadi salah satu potensi pertanian di Bone.
Menurut Joe Felix Johan, Bone memiliki potensi yang sangat besar untuk dikembangkan sebagai kawasan pertanian jagung berskala luas. Ketersediaan lahan dan peluang pengembangan komoditas menjadi alasan utama perusahaan melirik daerah tersebut.
“Tadi kami telah membahas terkait investasi penanaman jagung bersama Bapak Bupati Bone. Rencananya kami akan membangun pertanian jagung di wilayah Kabupaten Bone dengan luas lahan 5.000 hektare berikut dengan pabrik,” ungkap Joe.
Bagi investor, keberadaan lahan produktif menjadi salah satu modal penting. Namun lebih dari itu, pengembangan jagung dalam skala besar juga membuka peluang terciptanya mata rantai ekonomi baru di tengah masyarakat.
Joe menilai potensi pertanian Bone masih sangat luas untuk dikembangkan. Dengan pengelolaan yang terintegrasi, kawasan pertanian tidak hanya menjadi tempat produksi, tetapi dapat berkembang menjadi pusat aktivitas ekonomi yang melibatkan petani, tenaga kerja, hingga pelaku usaha pendukung.
Rencana investasi itu pun mendapat sambutan positif dari Pemerintah Kabupaten Bone.
Bupati Bone H. Andi Asman Sulaiman menyambut baik ketertarikan investor tersebut. Menurutnya, masuknya investasi di sektor pertanian merupakan peluang yang harus dimanfaatkan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
“Alhamdulillah, Bone kedatangan investor yang melirik pertanian jagung untuk kawasan Bone. Tentunya ini akan berdampak positif dalam pergerakan dan peningkatan ekonomi kita,” kata Andi Asman.
Bagi pemerintah daerah, investasi tersebut bukan hanya tentang luas lahan yang akan digarap. Ada harapan yang lebih besar di baliknya, yakni bagaimana produksi pertanian dapat memberikan nilai tambah bagi masyarakat Bone.
Pembangunan pabrik yang direncanakan bersamaan dengan pengembangan lahan jagung menjadi bagian penting dari rencana tersebut. Jika terealisasi, hasil pertanian tidak hanya berhenti pada tahap produksi dan penjualan bahan mentah, tetapi dapat dilanjutkan melalui proses pengolahan dan hilirisasi.
Di titik inilah peluang ekonomi baru terbuka.
Petani berpotensi mendapatkan akses pasar yang lebih kuat. Produksi dapat ditingkatkan dengan dukungan teknologi dan pendampingan. Sementara keberadaan industri pengolahan dapat memperpendek rantai distribusi sekaligus menciptakan kebutuhan tenaga kerja dan usaha-usaha pendukung lainnya.
Pemerintah Kabupaten Bone pun terus mendorong agar potensi sektor pertanian dapat dikembangkan secara optimal. Dengan luas wilayah dan karakter pertanian yang dimiliki, Bone dinilai memiliki ruang yang besar untuk memperkuat sektor pertanian sebagai salah satu penopang ekonomi daerah.
Dalam pertemuan tersebut turut hadir Danrem 141/Toddopuli, Kepala Dinas Pertanian Bone, Camat Amali bersama Kepala BPP Pertanian Amali, Camat Ulaweng bersama Kepala BPP Pertanian Ulaweng, serta Camat Tellu Siattinge bersama Kepala BPP Pertanian Tellu Siattinge.
Kehadiran para pemangku kepentingan tersebut memperlihatkan bahwa rencana investasi jagung ini membutuhkan sinergi berbagai pihak, terutama dalam melihat potensi lahan dan kesiapan wilayah yang akan dikembangkan.
Rencana pengembangan 5.000 hektare lahan jagung plus pembangunan pabrik kini menjadi salah satu sinyal baru bagi masa depan pertanian Bone.
Jika terealisasi, investasi tersebut bukan hanya berpotensi memperluas areal pertanian jagung, tetapi juga dapat mendorong lahirnya kawasan pertanian terintegrasi dan memperkuat posisi Bone sebagai salah satu daerah penghasil jagung di Sulawesi Selatan.
Pada akhirnya, hamparan lahan yang selama ini hanya dipandang sebagai ruang produksi bisa memiliki cerita yang lebih besar: menjadi pintu masuk investasi, hilirisasi, lapangan kerja, dan pertumbuhan ekonomi baru bagi masyarakat Bone. (*)


Tinggalkan Balasan