BONE – Suasana berbeda tampak di Desa Pattuku, Kecamatan Bontocani, Kabupaten Bone, Sabtu (1/8/2026). Di tengah pelaksanaan program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-129 Kodim 1407/Bone, puluhan pelajar berkumpul dengan penuh semangat mengikuti sosialisasi dan penyuluhan kampanye kreatif, salah satu sasaran nonfisik TMMD yang berorientasi pada pembangunan kualitas sumber daya manusia.
Kegiatan tersebut menjadi bukti bahwa pembangunan desa tidak hanya diwujudkan melalui pembukaan jalan, pembangunan fasilitas umum, maupun infrastruktur lainnya. Lebih dari itu, investasi terbesar juga dilakukan dengan membangun karakter, wawasan, dan pola pikir generasi muda agar mampu menghadapi tantangan zaman.
Sejak kegiatan dimulai, para pelajar terlihat antusias menyimak setiap materi yang disampaikan. Penyuluhan dikemas secara interaktif sehingga suasana belajar terasa lebih hidup. Sesekali, gelak tawa dan tepuk tangan mengiringi jalannya kegiatan ketika narasumber mengajak peserta berdiskusi dan berbagi pengalaman.
Melalui materi yang disampaikan, para pelajar diajak untuk terus mengembangkan kreativitas sebagai bekal menghadapi masa depan. Mereka juga diingatkan pentingnya menjauhi berbagai pengaruh negatif yang dapat menghambat cita-cita, sekaligus memanfaatkan perkembangan teknologi secara bijak sebagai media belajar, berinovasi, dan berkarya.
Tidak hanya mendengarkan materi, para peserta juga aktif memanfaatkan sesi diskusi dan tanya jawab. Beragam pertanyaan disampaikan, mulai dari cara mengembangkan potensi diri hingga memanfaatkan media digital secara positif. Interaksi tersebut mencerminkan besarnya rasa ingin tahu para pelajar sekaligus keinginan mereka untuk terus belajar.
Melalui kegiatan ini, Satgas TMMD ke-129 Kodim 1407/Bone berharap mampu menumbuhkan semangat belajar, membentuk karakter yang kuat, serta melahirkan generasi muda yang kreatif, inovatif, dan memiliki kepedulian terhadap lingkungan sekitarnya.
Program nonfisik TMMD memang dirancang tidak hanya sebagai pelengkap pembangunan fisik, melainkan menjadi bagian penting dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di pedesaan. Berbagai kegiatan penyuluhan menjadi sarana untuk memperluas wawasan masyarakat sekaligus membangun kesadaran akan pentingnya pendidikan, kreativitas, dan nilai-nilai kebangsaan.
Bagi para pelajar di Desa Pattuku, penyuluhan ini bukan sekadar kegiatan sehari. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi suntikan motivasi agar terus belajar, berprestasi, serta berani berkarya demi masa depan yang lebih baik. Dari ruang sederhana di pelosok Bone, semangat untuk membangun bangsa melalui generasi muda kembali dinyalakan—sebuah pesan bahwa kemajuan daerah tidak hanya lahir dari kokohnya infrastruktur, tetapi juga dari kualitas manusianya. (*)


Tinggalkan Balasan