BONE– Suara musik tradisional yang berpadu dengan gerak tari, ekspresi pantomim yang memikat, hingga lahirnya karya sastra dari tangan-tangan muda menjadi bukti bahwa kreativitas siswa terus tumbuh ketika diberi ruang untuk berkembang. Semangat itulah yang mengantarkan siswa-siswi SMPN 1 Watampone menorehkan prestasi membanggakan dalam ajang Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS3N).

FLS3N merupakan salah satu ajang pengembangan talenta peserta didik yang diselenggarakan setiap tahun secara berjenjang, mulai dari tingkat kecamatan, kabupaten, provinsi, hingga tingkat nasional oleh Kementerian Pendidikan. Melalui ajang ini, para siswa diberi kesempatan untuk menampilkan kemampuan terbaiknya di bidang seni dan sastra sekaligus mengembangkan karakter, kreativitas, dan rasa percaya diri.

Pada tahun ini, FLS3N mempertandingkan delapan cabang lomba, yaitu Tari Kreasi, Musik Tradisional, Ansambel Musik, Pantomim, Nyanyi Solo, Menulis Cerita, Ilustrasi, dan Mendongeng.

Bagi keluarga besar SMPN 1 Watampone, FLS3N bukan sekadar perlombaan. Ajang ini menjadi panggung untuk menunjukkan hasil latihan yang dilakukan dengan penuh kesungguhan. Berkat kerja keras siswa, guru pembimbing, serta dukungan penuh dari pihak sekolah dan orang tua, prestasi luar biasa berhasil diraih.

Di tingkat Kabupaten Bone, SMPN 1 Watampone tampil mendominasi dengan meraih enam medali emas atau Juara I pada cabang Tari Kreasi, Musik Tradisional, Ansambel Musik, Pantomim, Nyanyi Solo, dan Menulis Cerita. Tidak hanya itu, dua cabang lainnya, yakni Mendongeng dan Ilustrasi, juga berhasil mempersembahkan medali perak atau Juara II.

Prestasi tersebut menjadi modal berharga untuk melangkah ke tingkat Provinsi Sulawesi Selatan. Persaingan yang semakin ketat tidak menyurutkan semangat para siswa. Mereka kembali menunjukkan kemampuan terbaiknya hingga berhasil meraih Juara I pada dua cabang bergengsi, yaitu Tari Kreasi dan Musik Tradisional.

Kepala SMPN 1 Watampone, Muhammad Arfah, S.Pd., M.Pd., mengungkapkan rasa syukur dan bangga atas pencapaian yang diraih para peserta didik.

“FLS3N merupakan salah satu ajang talenta siswa yang dilaksanakan secara berjenjang setiap tahun. Prestasi yang diraih siswa SMPN 1 Watampone merupakan hasil kerja keras, disiplin, latihan yang konsisten, serta kolaborasi yang baik antara siswa, guru pembimbing, dan dukungan orang tua. Kami sangat bersyukur dan bangga atas capaian ini,” ungkapnya.

Menurut Muhammad Arfah, keberhasilan tersebut bukan sekadar tentang meraih juara, tetapi juga menjadi bukti bahwa pendidikan seni memiliki peran penting dalam membentuk karakter, kreativitas, dan kepercayaan diri peserta didik. Ia berharap prestasi ini dapat menjadi motivasi bagi seluruh siswa untuk terus mengembangkan bakat dan potensi yang dimiliki.

Kini, kebanggaan itu semakin lengkap. Dua tim terbaik SMPN 1 Watampone dari cabang Tari Kreasi dan Musik Tradisional resmi akan mewakili Provinsi Sulawesi Selatan pada ajang FLS3N tingkat nasional.

Perjalanan menuju panggung nasional tentu bukan akhir dari sebuah perjuangan, melainkan awal dari tantangan yang lebih besar. Dengan semangat pantang menyerah dan kerja keras yang telah ditunjukkan selama ini, keluarga besar SMPN 1 Watampone optimistis para duta Sulawesi Selatan mampu memberikan penampilan terbaik sekaligus mengharumkan nama daerah di tingkat nasional.

Prestasi ini menjadi bukti bahwa ketika bakat dipadukan dengan pembinaan yang berkelanjutan dan semangat belajar yang tinggi, siswa tidak hanya mampu menjadi juara, tetapi juga menjadi generasi yang kreatif, berkarakter, dan siap bersaing di tingkat nasional. (“)