BONE– Di tengah hamparan perbukitan dan hijaunya persawahan Desa Walenreng, Kecamatan Cina, suasana berbeda tampak pada Rabu (22/7/2026). Warga dari berbagai dusun berkumpul di sepanjang ruas jalan yang kini terbentang mulus. Senyum, tepuk tangan, dan rasa syukur menyatu ketika Bupati Bone H. Andi Asman Sulaiman, S.Sos., MM menggunting pita sebagai tanda diresmikannya pembangunan Ruas Jalan Lapeccang–Lonrong. Turut hadir mendampingi Kepala Dinas BMCKTR Kabupaten Bone H. Askar, ST., M.Si dan sejumlah kepala OPD lainnya.
Peresmian tersebut menjadi simbol hadirnya komitmen Pemerintah Kabupaten Bone dalam mempercepat pemerataan pembangunan infrastruktur melalui semangat “BerAmal untuk Infrastruktur Bone yang Lebih Baik.”
Pembangunan jalan ini menelan anggaran sekitar Rp7,3 miliar yang mencakup dua ruas strategis, yakni Ruas Lapeccang–Lonrong Desa Walenreng sepanjang 1 kilometer dan Ruas Bakungnge–Lonrong sepanjang 400 meter.
Bagi masyarakat setempat, jalan ini bukan sekadar hamparan aspal. Ia menjadi akses yang selama bertahun-tahun dinantikan untuk memperlancar mobilitas warga, mempercepat distribusi hasil pertanian, hingga membuka peluang ekonomi baru.
Bupati Bone menegaskan bahwa pembangunan dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan skala prioritas daerah. “Jalan ini sebenarnya masih sekitar 10 kilometer. Kita kerjakan yang paling prioritas lebih dahulu, terutama ruas yang kondisinya paling parah,” ujar Andi Asman Sulaiman.
Ia mengaku bersyukur karena ruas yang telah selesai dikerjakan menunjukkan kualitas yang memuaskan. “Alhamdulillah sudah dikerjakan dengan baik. Saya lihat kualitas aspalnya sangat bagus, bahkan seperti jalan provinsi. Memang saya minta kualitasnya harus bagus karena jalan ini harus tahan lama dan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” katanya.
Menurutnya, pembangunan infrastruktur harus mengedepankan mutu, bukan sekadar mengejar kuantitas. “Kalau kualitasnya baik, masyarakat yang menikmati dan pemerintah juga tidak perlu terus-menerus melakukan perbaikan dalam waktu singkat,” tambahnya.
Bupati menjelaskan, Pemerintah Kabupaten Bone terus mengakselerasi pembangunan jalan di berbagai wilayah. Sejak dirinya menjabat, pembangunan jalan dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan kebutuhan masyarakat di setiap kecamatan.
Ia menyebut luas wilayah Bone menjadi tantangan tersendiri karena panjang ruas jalan yang harus ditangani mencapai ratusan kilometer. “Bone ini sangat luas. Karena itu kita harus membagi pembangunan secara bertahap. Mana yang paling dibutuhkan masyarakat, itulah yang didahulukan.”
Meski demikian, ia optimistis seluruh wilayah akan mendapatkan sentuhan pembangunan secara berkelanjutan. “Sedikit demi sedikit kita kerjakan. Seperti pesan orang tua dahulu, kalau kita mensyukuri yang sedikit, maka Allah akan menambah nikmat yang lebih besar.”
Selain mengajak masyarakat menikmati hasil pembangunan, Bupati juga mengingatkan pentingnya menjaga fasilitas yang telah dibangun pemerintah.
Ia meminta kendaraan yang melintas tetap mematuhi aturan tonase agar kualitas jalan tetap terjaga. “Jangan sampai jalan yang baru selesai dibangun cepat rusak karena digunakan tidak sesuai peruntukannya. Mari kita sama-sama menjaga.”
Ia juga menginstruksikan agar ruas jalan tersebut nantinya dilengkapi dengan lampu penerangan jalan sehingga memberikan rasa aman bagi masyarakat, terutama pada malam hari.
Bagi masyarakat Walenreng dan sekitarnya, kehadiran jalan baru ini diyakini akan membawa dampak besar terhadap aktivitas sehari-hari.
Jalan yang lebih baik berarti waktu tempuh semakin singkat, biaya transportasi hasil pertanian semakin ringan, serta akses menuju pusat pelayanan pemerintahan, pendidikan, dan kesehatan menjadi lebih mudah.
Pemerintah Kabupaten Bone memandang pembangunan infrastruktur sebagai fondasi utama dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa. Karena itu, pembangunan jalan akan terus berjalan beriringan dengan program lain seperti peningkatan sektor pertanian, pendidikan, bantuan sosial, hingga pengembangan ekonomi masyarakat.
Di akhir sambutannya, Bupati Bone mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama mendukung pembangunan daerah, termasuk melalui kepatuhan terhadap kewajiban sebagai warga negara dan menjaga seluruh fasilitas yang telah dibangun pemerintah.
Menurutnya, pembangunan tidak hanya menjadi tugas pemerintah, tetapi juga membutuhkan partisipasi seluruh masyarakat agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.
Peresmian Jalan Ruas Lapeccang–Lonrong pun menjadi lebih dari sekadar seremoni pengguntingan pita. Ia menjadi penanda hadirnya harapan baru bagi masyarakat Desa Walenreng, bahwa pembangunan akan terus bergerak mendekat ke desa-desa, membuka akses, memperkuat konektivitas, dan menghadirkan masa depan Bone yang semakin maju melalui komitmen BerAmal untuk Infrastruktur Bone yang Lebih Baik. (*)


Tinggalkan Balasan