BONE– Pemerintah Kabupaten Bone di bawah kepemimpinan H. Andi Asman Sulaiman, S.Sos., M.M., sebagai Bupati Bone bersama Dr. H. Andi Akmal Pasluddin, S.P., M.M., sebagai Wakil Bupati Bone yang dikenal dengan tagline BerAmal terus menjadikan pembangunan infrastruktur jalan sebagai salah satu prioritas utama pada tahun 2026.
Tahun ini, Pemkab Bone menyiapkan anggaran sebesar Rp126,3 miliar untuk sektor jalan. Anggaran tersebut terdiri atas Rp32,3 miliar untuk pembangunan jalan baru, Rp88,8 miliar untuk rehabilitasi jalan sepanjang 24,67 kilometer, serta Rp5,15 miliar untuk pemeliharaan berkala jalan.
Besarnya investasi tersebut mencerminkan komitmen pemerintah daerah untuk menghadirkan konektivitas yang lebih baik antarwilayah, memperlancar mobilitas masyarakat, sekaligus memperkuat fondasi pertumbuhan ekonomi di berbagai kecamatan.
Di balik angka-angka tersebut, pekerjaan besar kini mulai bergerak. Kepala Dinas Bina Marga Cipta Karya dan Tata Ruang (BMCKTR) Kabupaten Bone H. Askar, ST., M.Si melalui Kepala Bidang Bina Marga Dinas Bina Marga, Cipta Karya, Tata Ruang (BMCKTR) Kabupaten Bone, Jumran, menjelaskan seluruh pekerjaan rehabilitasi jalan telah dibagi ke dalam delapan paket, dan semuanya telah memasuki tahap kontrak.
“Rehabilitasi jalan memang menjadi salah satu prioritas pemerintah daerah tahun ini. Seluruh paket sudah berkontrak dan akan dikerjakan secara bertahap,” ujarnya.
Paket Rehabilitasi Jalan 02 menjadi pekerjaan dengan nilai kontrak terbesar, yakni sekitar Rp24,4 miliar. Paket ini mencakup penanganan ruas Taccipi–Tokaseng sepanjang 3,3 kilometer, Lapuse–Lamurukung, Waetuwo–Lamurukung, serta Lebbae–Benteng Tellue yang masing-masing sepanjang satu kilometer.
Sementara itu, Paket 03 senilai sekitar Rp22,1 miliar akan memperbaiki ruas Ballangnge–Masago, Galung–Kajuara, Palattae–Pammusureng, hingga Padaelo–Lappabosse–Kalero dengan total panjang sekitar enam kilometer. Adapun Paket 01 senilai sekitar Rp16,5 miliar difokuskan pada ruas Camming–Bone–Talumae, Kadai–Pattiro Bajo, Kawerang–Pattiro Bajo, dan Cirowali–Melle sepanjang kurang lebih 4,2 kilometer.
Paket lainnya juga menyasar sejumlah ruas strategis, seperti Salo Sawae–Tujue, Talaga–Tompong, Bengo–Taka Malaka, Jalan Kompleks Pasar Palakka, ruas Camming–Bone–Talumae, hingga Long Segment Usa–Congko.
Menurut Jumran, pembangunan jalan tidak hanya menghadirkan kenyamanan berkendara, tetapi juga membuka akses ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat.
“Jalan yang baik akan mendukung mobilitas masyarakat, mempercepat distribusi hasil pertanian maupun perdagangan, serta mendorong pertumbuhan ekonomi di berbagai kecamatan,” katanya.
Komitmen tersebut juga lahir dari aspirasi yang terus disampaikan masyarakat. Dalam setiap kunjungan kerja ke desa-desa, Bupati Bone H. Andi Asman Sulaiman mengaku hampir selalu menerima permintaan yang sama.
“Ketika kami turun ke bawah, hal pertama yang diminta masyarakat adalah perbaikan jalan,” ungkapnya.
Karena itu, pembangunan dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan tingkat kerusakan jalan, volume lalu lintas, serta manfaat yang akan dirasakan masyarakat. Pendekatan tersebut diharapkan mampu memastikan setiap rupiah anggaran memberikan dampak yang maksimal.
Selain merehabilitasi jalan yang telah ada, pemerintah daerah juga membangun enam ruas jalan baru sepanjang sekitar 7,5 kilometer. Pembangunan tersebut meliputi Jalan Desa Bulu Tanah, pengaspalan Jalan Desa Mappesangka, ruas Jalins–Kajuara, Ureng–Lonrong, Pammusureng–Bana, serta Pammusureng–Mattirowalie.
Di saat yang sama, pemeliharaan berkala juga dilakukan pada Jalan Bangka, Jalan Kolonel Polisi Andi Dadi, Jalan Serigala, serta ruas Lacokkong–Coppomeru. Langkah ini menjadi bagian dari strategi menjaga kondisi jalan tetap mantap sekaligus memperpanjang umur layanan infrastruktur yang telah dibangun.
Bagi masyarakat Bone, pembangunan jalan bukan hanya tentang proyek fisik. Setiap kilometer jalan yang diperbaiki menghadirkan perjalanan yang lebih aman, waktu tempuh yang lebih singkat, biaya distribusi yang lebih rendah, dan peluang ekonomi yang semakin terbuka.
Melalui pembangunan jalan baru, rehabilitasi, serta pemeliharaan berkala yang dilakukan secara berkelanjutan, Pemerintah Kabupaten Bone berharap konektivitas antarwilayah semakin kuat, pemerataan pembangunan semakin cepat, dan roda perekonomian masyarakat terus bergerak hingga ke pelosok desa.
Pada akhirnya, jalan bukan sekadar infrastruktur. Ia adalah penghubung harapan. Dan di Bone, harapan itu kini sedang dibangun, meter demi meter, menuju masa depan yang lebih baik. (*)


Tinggalkan Balasan