BONE– Aula Utama Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Bone di Jalan Hos Cokroaminoto, Kecamatan Tanete Riattang Barat, Jumat (5/6/2026), dipenuhi nuansa khidmat. Satu per satu nama pejabat baru dipanggil ke depan untuk mengucapkan sumpah jabatan, menandai dimulainya babak baru kepemimpinan kampus untuk periode 2026–2030.
Di hadapan para tamu undangan dan sivitas akademika, Rektor IAIN Bone, Prof. Lukman Arake, secara resmi melantik jajaran pimpinan kampus yang terdiri atas wakil rektor, direktur pascasarjana, para dekan fakultas, hingga ketua lembaga.
Prosesi pelantikan turut disaksikan Kepala Bappeda Setda Kabupaten Bone, H. Andi Yusuf, serta Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Bone, Andi Amran.
Namun, bagi Prof. Lukman Arake, pelantikan bukan sekadar seremonial pergantian jabatan. Di balik pengambilan sumpah tersebut tersimpan tanggung jawab besar yang harus dipikul bersama demi masa depan kampus.
Dalam sambutannya, ia mengingatkan bahwa yang diterima para pejabat bukanlah sekadar posisi struktural, melainkan amanah yang harus dijalankan dengan penuh kesungguhan.
“Yang baru saja diterima bukan hanya jabatan, tetapi amanah. Dalam bahasa agama tidak ada amanah yang ringan dan berat, semuanya sama. Apa pun posisi kita, harus dijalankan sepenuh hati dan sebaik-baiknya,” ujarnya.
Pesan itu disampaikan dengan nada tenang, namun sarat makna. Bagi Prof. Lukman, kepemimpinan bukan tentang kedudukan, melainkan tentang pengabdian dan tanggung jawab untuk membawa perubahan yang lebih baik.
Dalam kesempatan tersebut, ia juga membagikan pengalaman yang membekas saat dirinya dilantik sebagai Rektor IAIN Bone. Saat itu, Menteri Agama hanya menyampaikan dua kata yang hingga kini terus menjadi pengingat dalam menjalankan tugas.
“Perbaiki kampusnya.”
Kalimat yang sederhana itu, menurut Prof. Lukman, justru mengandung tanggung jawab yang besar. Sebuah pesan yang tidak cukup diwujudkan melalui wacana, melainkan harus diterjemahkan dalam kerja nyata dan kolaborasi seluruh unsur kampus.
“Kalimat yang singkat, tetapi harus diterjemahkan dalam bentuk kerja nyata. Saya percaya jika kita solid dan bersatu melakukan pengembangan, insyaallah akan ada progres yang lebih baik,” katanya.
Pesan tersebut kemudian menjadi benang merah dalam arah kepemimpinan IAIN Bone ke depan. Di tengah berbagai tantangan pendidikan tinggi, penguatan kualitas akademik dan tata kelola kelembagaan dinilai hanya dapat dicapai melalui kerja kolektif.
Karena itu, Prof. Lukman mengajak seluruh pejabat yang baru dilantik untuk meninggalkan sekat-sekat sektoral dan membangun budaya kerja yang saling mendukung.
“Kita tidak perlu banyak teori, tetapi harus membuktikannya dalam bentuk kerja. Kita adalah satu kesatuan. One Team, One Action,” tegasnya.
Semangat kebersamaan itu kini berada di pundak para pemimpin baru IAIN Bone. Prof. Dr. Ridhwan dipercaya sebagai Wakil Rektor Bidang Akademik dan Pengembangan Kelembagaan, Dr. Hasbi Siddik sebagai Wakil Rektor Bidang Administrasi Umum, Perencanaan dan Keuangan, serta Dr. Rahmatunnair sebagai Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama.
Pada tingkat pascasarjana, Prof. Dr. Sarifa Suhra dilantik sebagai Direktur Pascasarjana. Sementara itu, kepemimpinan fakultas dipercayakan kepada Dr. Syawaluddin Hanafi sebagai Dekan Fakultas Syariah dan Hukum Islam, Dr. Muslihin Sultan sebagai Dekan Fakultas Tarbiyah, Dr. H. Ahmad Abdul Mutalib sebagai Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, serta Prof. Dr. Ruslan Sangaji sebagai Dekan Fakultas Ushuluddin dan Dakwah.
Dua lembaga strategis kampus juga mendapatkan nakhoda baru. Prof. Dr. Nur Paikah dipercaya memimpin Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM), sedangkan Dr. Ismail Keri menjabat Ketua Lembaga Penjaminan Mutu (LPM).
Pelantikan ini bukan hanya tentang pergantian struktur organisasi. Lebih dari itu, momen tersebut menjadi titik awal bagi lahirnya energi baru untuk membawa IAIN Bone berkembang lebih maju, memperkuat kualitas akademik, meningkatkan tata kelola kelembagaan, dan memperluas kontribusi kampus bagi masyarakat.
Di tengah berakhirnya prosesi pelantikan, pesan tentang amanah, kebersamaan, dan kerja nyata masih menggema di ruang aula. Sebuah pengingat bahwa kemajuan institusi tidak dibangun oleh satu orang, melainkan oleh banyak tangan yang bergerak dalam tujuan yang sama.
“One Team, One Action” bukan sekadar slogan, melainkan harapan yang kini menyertai langkah kepemimpinan baru IAIN Bone menuju masa depan. (*)


Tinggalkan Balasan