BONE– Derasnya banjir yang melanda Kelurahan Panyula, Kecamatan Tanete Riattang Timur, Kabupaten Bone, tidak hanya menyisakan genangan dan kerusakan, tetapi juga duka mendalam bagi masyarakat. Di tengah suasana penuh keprihatinan itu, kepedulian datang dari berbagai pihak, termasuk keluarga besar Sulaiman yang turun langsung menemui warga terdampak.
Anggota DPR RI Komisi III dari Partai Gerindra, Andi Amar Ma’ruf Sulaiman hadir langsung di lokasi banjir bersama ayahandanya, Andi Amran Sulaiman pada Senin, 10 Mei 2026. Turut mendampingi pula Andi Sudirman Sulaiman Gubernur Provinsi Sulsel serta Bupati Bone Andi Asman Sulaiman.
Kehadiran para pemimpin tersebut menjadi penguat moril bagi warga yang beberapa hari terakhir berjuang menghadapi dampak banjir. Di sela kunjungannya, Andi Amar tampak menyapa warga, mendengarkan langsung keluhan masyarakat, serta melihat kondisi rumah-rumah yang terdampak cukup parah akibat luapan air.
Dalam momentum kemanusiaan tersebut, Andi Amar Ma’ruf Sulaiman menyerahkan bantuan uang tunai sebesar Rp500 juta untuk membantu masyarakat terdampak banjir. Bantuan itu menjadi bentuk kepedulian nyata terhadap warga yang kini mulai berupaya bangkit dari musibah.
Tak hanya itu, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman juga menyerahkan bantuan uang tunai sebesar Rp1 miliar serta bantuan sembako senilai Rp8 miliar. Bantuan tersebut diperuntukkan bagi masyarakat terdampak di berbagai wilayah banjir di Kabupaten Bone.
Langkah cepat penanganan banjir juga menjadi perhatian utama. Pemerintah bersama pihak terkait berkomitmen melakukan pengerukan saluran air dan sungai yang dianggap menjadi salah satu penyebab utama terjadinya banjir di kawasan tersebut. Seluruh proses penanganan ditargetkan rampung secara bertahap dalam waktu satu minggu ke depan agar masyarakat bisa segera kembali menjalani aktivitas normal.
Bantuan uang tunai yang disalurkan kemudian diserahkan kepada Pemerintah Daerah melalui Camat Tanete Riattang Timur, Andi Habibie, ST., M.Si., untuk selanjutnya diberikan kepada warga terdampak, khususnya masyarakat yang rumahnya mengalami kerusakan akibat banjir yang terjadi pada Jumat, 8 Mei 2026.
Di tengah lumpur, genangan air, dan rumah-rumah yang masih dibersihkan warga, kehadiran para pemimpin daerah dan nasional itu menghadirkan harapan baru. Bahwa di balik musibah yang datang, masih ada tangan-tangan yang bergerak cepat membantu, menguatkan, dan memastikan masyarakat tidak menghadapi bencana ini sendirian. (*)


Tinggalkan Balasan