BONE– Banjir besar yang melanda Kabupaten Bone menyisakan duka mendalam bagi masyarakat, khususnya warga Kelurahan Panyula dan Kelurahan Bajo, Kecamatan Tanete Riattang Timur pada Jumat, 08 Mei 2026. Di tengah suasana haru itu, Menteri Pertanian RI H. Andi Amran Sulaiman datang langsung menyapa dan menguatkan para korban banjir yang terdampak musibah pada Senin, 10 Mei 2026.

Kehadiran Mentan di Kelurahan Panyula bukan sekadar kunjungan biasa. Dengan wajah penuh empati, ia mengunjungi lokasi banjir, berbincang dengan warga, sekaligus menyerahkan santunan kepada keluarga korban meninggal dunia akibat bencana tersebut.

Dua warga yang menjadi korban dalam peristiwa banjir itu masing-masing adalah Naima (80 tahun) dan Muhammad Arsyah (5 tahun). Kepada keluarga korban, Mentan menyerahkan santunan sebesar Rp50 juta untuk masing-masing korban meninggal dunia.

Suasana haru tak terbendung ketika keluarga korban menerima bantuan tersebut. Isak tangis keluarga dan warga sekitar pecah saat Menteri Pertanian menyampaikan belasungkawa secara langsung.

“Kami turut berduka cita sedalam-dalamnya. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan kesabaran menghadapi musibah ini,” ungkap Mentan Amran dengan nada penuh kepedulian.

Bencana banjir yang menerjang wilayah tersebut dipicu hujan deras yang mengguyur selama kurang lebih delapan jam tanpa henti. Debit air yang terus meningkat membuat ratusan rumah warga terendam dengan ketinggian air mencapai 50 sentimeter hingga dua meter.

Kelurahan Panyula dan Kelurahan Bajoe menjadi wilayah yang mengalami dampak paling parah. Aktivitas masyarakat lumpuh total, sementara banyak warga harus mengungsi demi keselamatan.

Di tengah kondisi itu, kehadiran pemerintah pusat memberi harapan baru bagi masyarakat. Warga menyambut hangat kedatangan Menteri Pertanian yang dinilai hadir bukan hanya membawa bantuan, tetapi juga semangat dan perhatian bagi korban bencana.

Bagi masyarakat Bone, musibah ini menjadi ujian berat. Namun solidaritas dan kepedulian yang terus mengalir dari berbagai pihak menghadirkan keyakinan bahwa mereka tidak sendiri menghadapi cobaan tersebut. (*)