BONE– Halaman Rumah Jabatan Bupati Bone tampak lebih hidup dari biasanya. Deretan kendaraan pengangkut logistik berbaris rapi, sementara para camat, lurah, hingga kepala OPD berdiri menyaksikan satu momen penting: peluncuran bantuan pangan nasional oleh Pemerintah Kabupaten Bone, Jumat, 1 Mei 2026.
Di bawah komando Bupati Bone H. Andi Asman Sulaiman, kegiatan ini bukan sekadar seremoni. Pelepasan armada bantuan menjadi simbol kehadiran negara di tengah masyarakat terutama dalam menjaga stabilitas harga dan memastikan kebutuhan pokok tetap terjangkau.
Peluncuran tersebut menandai dimulainya penyaluran bantuan pangan periode Februari–Maret 2026. Program ini merupakan tindak lanjut dari penugasan resmi Badan Pangan Nasional Republik Indonesia yang menginstruksikan distribusi cadangan pangan pemerintah ke seluruh daerah, termasuk Kabupaten Bone.
Kepala Bulog Cabang Bone, Andi Iskandar Zulkanaeng, mengungkapkan skala bantuan yang digelontorkan tidak kecil. Sebanyak 70.445 penerima akan mendapatkan paket bantuan berupa 20 kilogram beras dan 4 liter minyak goreng. Jika ditotal, distribusi mencapai 1.408.900 kilogram beras dan 281.780 liter minyak angka yang mencerminkan besarnya intervensi pemerintah dalam menjaga ketahanan pangan.
Namun, yang menarik dari peluncuran ini bukan hanya soal angka. Ada strategi yang dirancang agar bantuan tidak berhenti sebagai distribusi sesaat. Pemerintah daerah juga memperkenalkan inovasi melalui penyediaan rak pangan di setiap desa yang diberi nama dengan Kios Pangan BerAmal. Rak ini ditempatkan di kios Tripika dan Tripides unit usaha kecil yang telah lebih dulu berdenyut di tengah masyarakat.
“Rak ini akan berdiri di setiap desa. Kita ingin masyarakat lebih mudah mendapatkan beras dan minyak dengan harga terjangkau,” ujar H. Andi Asman Sulaiman dalam sambutannya.
Langkah ini menjadi jembatan antara bantuan sosial dan penguatan ekosistem ekonomi lokal. Dengan memanfaatkan kios yang sudah aktif bertransaksi, distribusi pangan tidak hanya lebih dekat, tetapi juga berkelanjutan.
Di sisi lain, Bupati Bone juga menyinggung capaian daerah sebagai salah satu produsen gabah terbesar di tingkat nasional. Ia menekankan pentingnya keseimbangan antara produksi dan infrastruktur pendukung.
“Jangan sampai kita hebat berproduksi, justru tidak dilengkapi gudang yang memadai,” tegasnya.
Pernyataan itu merujuk pada tambahan dukungan pembangunan dua gudang besar senilai Rp9,5 miliar. Kehadiran gudang ini diharapkan mampu memperkuat rantai pasok, menjaga kualitas hasil panen, serta mengantisipasi fluktuasi harga di masa mendatang.
Peluncuran bantuan pangan ini pada akhirnya bukan sekadar distribusi logistik, melainkan bagian dari narasi besar: bagaimana negara, melalui pemerintah daerah, hadir tidak hanya saat krisis, tetapi juga dalam membangun sistem pangan yang lebih kokoh, merata, dan berkelanjutan bagi masyarakat Bone. (*)


Tinggalkan Balasan