BONE– Bertempat di Rumah Jabatan Bupati Bone pada Selasa, 07 April 2026 menjadi sebuah langkah strategis untuk masa depan permukiman masyarakat Sulawesi Selatan resmi dimulai. Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan melalui Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan menggandeng Korem 141/Toddopuli dalam sebuah kesepakatan kerja sama yang tidak sekadar administratif, tetapi sarat harapan bagi ribuan warga.
Penandatanganan kesepakatan tersebut dilakukan langsung oleh Kepala Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Pertanahan Provinsi Sulsel bersama Komandan Korem 141/Tp, Brigjen TNI Andre Clift Rumbayan, dan disaksikan oleh Gubernur Sulawesi Selatan, H. Andi Sudirman Sulaiman, serta Bupati Bone, H. Andi Asman Sulaiman.
Kesepakatan ini berfokus pada pelaksanaan konstruksi pembangunan rumah layak huni serta perbaikan rumah tidak layak huni, khususnya di kawasan kumuh dan wilayah terdampak bencana di Sulawesi Selatan.
Bagi Bupati Bone, H. Andi Asman Sulaiman, kolaborasi dengan institusi militer bukanlah hal baru. Ia bahkan menilai rekam jejak TNI dalam mendukung program pembangunan selalu membuahkan hasil maksimal.
“Kerja-kerja yang sudah dilaksanakan instansi militer hampir semua dinyatakan sukses. Saya kasih contoh kegiatan optimalisasi lahan rawa (opla) di Bone Utara tahap pertama 5 ribu hektar dan tahap kedua 2 ribu hektar berjalan sukses,” ujarnya.
Optimisme itu bukan tanpa alasan. Dengan adanya MoU ini, pemerintah provinsi dipastikan akan mengalokasikan anggaran untuk menangani kawasan permukiman kumuh. Namun lebih dari sekadar pembangunan fisik, Bupati Bone melihat peluang transformasi sosial.
“Kita harus menyambut baik kerja sama ini, sehingga kawasan kumuh bisa bertransformasi menjadi kampung produktif,” tambahnya.
Ia juga mengingatkan bahwa kawasan kumuh kerap menjadi titik rawan berbagai persoalan sosial, termasuk peredaran narkotika. Karena itu, ia mendorong percepatan pendataan dan sinkronisasi program di tingkat daerah agar Kabupaten Bone tidak tertinggal dalam implementasi program tersebut.
Sementara itu, Komandan Korem 141/Tp, Andre Clift Rumbayan, menegaskan kesiapan jajarannya untuk mengemban amanah tersebut.
“Kami berterima kasih atas kepercayaan ini. Korem 141/Tp siap bekerja maksimal dan berkomitmen menyukseskan program ini dengan sasaran di 10 kabupaten,” tegasnya.
Dari sisi kebijakan, Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, menegaskan bahwa program bedah rumah sebenarnya telah berjalan melalui berbagai jalur, termasuk Biro Kesejahteraan Rakyat dan Dinas Perumahan.
Namun, fleksibilitas menjadi kunci. Program ini, menurutnya, tidak harus selalu direncanakan secara kaku.
“Jika sifatnya urgen, semua bisa dikerjakan. Tidak ada alasan untuk tidak mengerjakan sesuatu yang mendesak,” tegasnya.
Untuk tahap awal, program ini akan menyasar pembangunan dan perbaikan sebanyak 200 unit rumah. Namun, Gubernur memberi sinyal kuat bahwa angka tersebut bukan batas akhir.
“Kalau ini berhasil, saya akan tambah sampai 10 ribu rumah,” ujarnya optimistis.
Kesepakatan ini menjadi bukti bahwa pembangunan tidak bisa berjalan sendiri. Ia membutuhkan kolaborasi lintas sektor pemerintah, militer, dan masyarakat untuk menghadirkan perubahan nyata.
Di Bone, langkah itu baru saja dimulai. Namun gaungnya diharapkan menjangkau seluruh Sulawesi Selatan: dari kawasan kumuh menuju lingkungan yang layak, sehat, dan produktif bagi masa depan. (*)



Tinggalkan Balasan