BONE– Lapangan Dulungna Ajangale menjadi saksi pertemuan lintas generasi yang sarat makna. Tawa, pelukan, dan sapaan hangat mengalir tanpa sekat ketika ribuan alumni berkumpul dalam Reuni Akbar IKA SMANPAT Bone 1984–2025. Waktu boleh berlalu, tetapi kenangan dan ikatan persaudaraan tetap hidup, menyatukan mereka dalam satu rasa: cinta pada almamater.
Kegiatan yang digelar oleh UPT SMAN 4 Bone yang dulu dikenal sebagai SMAN Pompanua atau SMAN 1 Ajangale ini berlangsung meriah dan penuh keakraban. Sekitar 1.500 alumni dari 41 angkatan, mulai dari angkatan pertama tahun 1984 hingga angkatan 2025, hadir memadati rangkaian acara yang dikemas spektakuler.
Pagi itu dimulai dengan senam bersama, dilanjutkan Gerak Jalan Santai (GJS) yang dilepas langsung oleh Plt. Kepala UPT SMAN 4 Bone, Agusnawati, S.Pd., M.Pd yang juga alumni angkatan 1995 bersama Kepala Pemerintah Kecamatan Ajangale, Andi Tenri Lewa, S.Sos., M.Si yang juga alumni angkatan 1994 . Pengguntingan pita menjadi simbol dimulainya langkah kebersamaan, dari Lapangan Dulungna hingga kembali ke halaman sekolah yang menyimpan begitu banyak cerita.
Pelaksanaan Reuni Akbar IKA SMANPAT Bone tahun ini bukanlah yang pertama kalinya digelar. Mengusung tema “Beda Masa, Beda Cerita Tapi Tetap Satu dalam Kebersamaan”, reuni ini menghadirkan banyak sosok inspiratif. Di antaranya Wakil Bupati Barru Dr. Ir. Andi Bustang, M.Si, Mayor Jenderal Muslimin Fahsyah, Kompol Abdul Samad, hingga para tokoh alumni lainnya yang telah sukses di berbagai bidang.
Yang berbeda dan menjadi catatan istimewa untuk pertama kalinya kegiatan penuh makna ini mendapat dukungan sponsor dari PT Indosat Tbk melalui produk andalannya IM3 Ooredoo. Kehadiran sponsor ini memberi warna baru sekaligus menunjukkan besarnya perhatian terhadap soliditas dan jejaring alumni.
Reuni Akbar kali ini menghadirkan semangat kebersamaan lintas generasi dengan melibatkan 41 angkatan, mulai dari angkatan pertama tahun 1984 sebagai tonggak awal berdirinya sekolah, hingga angkatan ke-41 tahun 2025 sebagai generasi terbaru. Rentang waktu lebih dari empat dekade ini menyatu dalam satu momentum penuh kehangatan, menghadirkan kisah, kenangan, dan perjalanan hidup yang beragam dalam satu ruang kebersamaan.
Antusiasme alumni begitu luar biasa. Tercatat kurang lebih 1.500 peserta turut ambil bagian dalam Reuni Akbar IKA SMANPAT Bone tahun 2026. Mereka datang dari berbagai daerah, latar belakang profesi, dan capaian hidup, namun tetap disatukan oleh identitas yang sama: keluarga besar SMAN Pompanua/SMAN 1 Ajangale/SMAN 4 Bone.
Kehadiran sejumlah tokoh alumni turut menambah semarak dan kebanggaan tersendiri. Di antaranya Wakil Bupati Barru, Dr. Ir. Andi Bustang, M. Si alumni angkatan 1986, serta Muslimin Fahsyah, seorang Mayor Jenderal TNI dari angkatan yang sama. Turut hadir pula Abdul Samad, perwira kepolisian berpangkat Kompol dari angkatan 1989, serta Drs. H. Alamsyah., M.Si Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Wajo, alumni angkatan 1991.
Dari unsur pemerintahan lokal, tampak pula Andi Risma, S.Sos Lurah Pompanua alumni angkatan 1995, serta H. Basir, pengusaha sukses alumni angkatan 1985. Kehadiran mereka menjadi bukti nyata bahwa alumni SMANPAT Bone telah berkiprah dan memberi kontribusi di berbagai bidang, mulai dari pemerintahan, militer, kepolisian, hingga dunia usaha.
Wakil Bupati Barru Dr. Ir. Andi Bustang, M.Si tampil menyampaikan sambutan yang menggugah hati pada Reuni Akbar IKA SMANPAT Bone. Bersama Mayor Jenderal Muslimin Fasyah, yang juga merupakan sesama alumni angkatan 1986 SMAN Pompanua/SMAN 4 Bone, ia berdiri bukan hanya sebagai pejabat dan tokoh, tetapi sebagai bagian dari keluarga besar yang kembali pulang ke “rumah” lamanya.
Ia membuka sambutannya dengan penuh rasa syukur dan bahagia. Empat dekade bukanlah waktu yang singkat, dan kehadiran mereka di tengah almamater tercinta menjadi momen yang sangat berarti. Baginya, sekolah ini bukan sekadar tempat menimba ilmu, tetapi ruang yang menyimpan jejak perjalanan hidup—penuh cerita suka dan duka yang membentuk karakter dan ketangguhan.
“Empat puluh tahun baru hari ini kami kembali hadir di tengah-tengah sekolah kita. Di sinilah banyak kenangan terukir,” ungkapnya dengan nada haru.
Momen reuni ini, menurutnya, adalah momentum berharga untuk mempererat silaturahmi lintas generasi—antara guru yang telah purna bakti, alumni senior, hingga generasi muda. Ia menegaskan bahwa kehadiran mereka semata-mata dilandasi niat tulus untuk merawat kebersamaan dan memperkuat ikatan persaudaraan.
Dengan rendah hati, ia mengingatkan bahwa keberhasilan yang diraih para alumni tidak datang secara instan. Semua melalui proses panjang, penuh kerja keras dan perjuangan. Ia pun mengutip filosofi Bugis yang sarat makna—bahwa tidak ada keberhasilan yang diraih hanya dengan berpangku tangan.
Dari sana, ia mengajak seluruh alumni untuk mulai membangun kekuatan bersama, khususnya di bidang ekonomi. Ia menekankan pentingnya kemandirian dan kolaborasi antaralumni sebagai pondasi untuk memberikan kontribusi nyata bagi sekolah.
“Jangan hanya bertanya apa yang sekolah berikan kepada kita, tapi tanyakan apa yang bisa kita berikan untuk sekolah,” tegasnya.
Dalam gagasannya yang konkret, ia mengusulkan pembentukan rekening bersama melalui IKA SMANPAT Bone sebagai wadah gotong royong alumni. Dengan perhitungan sederhana, jika sekitar seribu alumni menyumbang Rp100 ribu, maka akan terkumpul dana yang cukup signifikan untuk membantu pembangunan fasilitas sekolah mulai dari lapangan, pagar, hingga sarana penunjang lainnya.
Tak hanya soal kontribusi materi, ia juga menekankan pentingnya menjaga silaturahmi di tengah kesibukan masing-masing. Menurutnya, hubungan yang terjalin sejak masa sekolah adalah aset sosial yang harus terus dirawat.
“Jaga silaturahmi, lakukan yang terbaik, dan terus berbuat baik. Kebaikan itu akan kembali kepada kita,” pesannya.
Ia juga memberikan motivasi kepada para siswa yang masih menempuh pendidikan. Pesannya sederhana namun kuat: jangan pernah berhenti belajar. Dalam pandangannya, kehidupan adalah proses belajar tanpa henti, dan mereka yang terus belajar akan mampu bertahan dan memimpin perubahan zaman.
Sementara kepada para alumni yang berprofesi sebagai guru, ia menitipkan pesan khusus agar menjadikan profesi tersebut sebagai ladang pahala. Ia mengingatkan pentingnya pendekatan yang humanis dalam mendidik, menjauhi kekerasan, serta menjadi sosok guru yang dirindukan oleh murid-muridnya.
Menutup sambutannya, ia menegaskan bahwa reuni akbar ini bukan sekadar ajang temu kangen, tetapi memiliki potensi besar sebagai ruang membangun jaringan (network) yang kuat. Dari sinilah kolaborasi dapat tumbuh, dan cita-cita membangun SMAN Pompanua/SMAN 4 Bone dapat diwujudkan secara bersama-sama.
Kehangatan acara semakin terasa dengan kehadiran para guru purna bakti dari berbagai daerah, di antaranya Drs. H. Abd. Halim, M.Si, Dra. Hj. Darmi, Dra. Hj. Nursiah, Dra. Hj. Muliyati, M.Si, serta sejumlah tenaga pendidik lainnya yang pernah mengabdikan diri di SMAN Pompanua/SMAN 1 Ajangale/SMAN 4 Bone. Turut hadir pula tenaga pendidik aktif, tokoh masyarakat, dan para undangan lainnya yang semakin menambah semarak dan makna kebersamaan dalam reuni akbar tersebut.
Reuni ini bukan hanya tentang mengenang masa lalu, tetapi juga tentang merajut masa depan—bersama, untuk almamater tercinta.
Di sisi lain, Plt. Kepala UPT SMAN 4 Bone, Agusnawati, S.Pd., M.Pd., yang juga menjabat sebagai Ketua Ikatan Guru Indonesia (IGI) serta pengurus Jaringan Sekolah Digital Indonesia (JSDI) Kabupaten Bone, dalam sambutannya menegaskan bahwa pelaksanaan Reuni Akbar IKA SMANPAT Bone merupakan bukti nyata kecintaan alumni terhadap almamater, meskipun waktu telah lama berlalu. Ia menekankan bahwa reuni ini tidak sekadar menjadi ajang temu kangen, tetapi lebih dari itu, sebagai momentum penting untuk mempererat tali silaturahmi, memperkuat rasa persaudaraan, serta membangun kembali kebersamaan antara alumni, guru, dan pihak sekolah.
Menurutnya, keberadaan IKA SMANPAT Bone memiliki peran strategis dalam mendukung kemajuan sekolah. Oleh karena itu, ia berharap adanya dorongan moral, sumbangsih pemikiran, serta kontribusi nyata dari para alumni dalam upaya peningkatan mutu pendidikan, pengembangan sarana dan prasarana, serta pembinaan karakter peserta didik.
Pada akhir rangkaian kegiatan, suasana keakraban semakin terasa dalam sesi ramah tamah alumni yang dirangkaikan dengan pembagian doorprize tahap kedua. Sebelumnya, doorprize tahap pertama telah dilaksanakan usai kegiatan gerak jalan santai di lapangan UPT SMAN 4 Bone, dengan menghadirkan berbagai hadiah menarik bagi alumni yang beruntung. Sementara itu, pada sesi kedua, panitia menggelar lomba dengan beberapa kategori, yakni desain baju reuni terbaik, alumni terheboh, serta alumni dengan jumlah peserta terbanyak.
Dalam kompetisi tersebut, alumni angkatan 1995 berhasil meraih juara sebagai desain baju reuni terbaik. Sementara itu, predikat alumni terheboh diraih oleh angkatan 1999, dan penghargaan untuk kategori kehadiran terbanyak diberikan kepada angkatan 1989. Beragam hadiah menarik lainnya juga turut dibagikan, menambah semarak suasana kebersamaan malam itu.
Tidak hanya itu, sebagai bentuk apresiasi dan penghormatan, panitia bersama para alumni dan pihak sekolah juga menyerahkan cinderamata berupa piagam penghargaan serta kenang-kenangan kepada para guru yang telah purna bakti, serta kepada para pembina UPT SMAN 4 Bone yang masih aktif mengabdi.
Reuni akbar ini berlangsung spektakuler dengan berbagai rangkaian kegiatan, mulai dari senam pagi, gerak jalan santai, Musyawarah Besar (Mubes) IKA SMANPAT Bone II, ramah tamah, atraksi, pembagian doorprize, penampilan hiburan, hingga beragam lomba antar alumni. Mengusung tema “Beda Masa, Beda Cerita, Tapi Tetap Satu dalam Kebersamaan”, kegiatan ini menjadi simbol kuatnya ikatan persaudaraan yang tetap terjaga, meskipun para alumni telah lama berpisah dan menempuh jalan hidup masing-masing.
Melalui kegiatan ini, diharapkan Reuni Akbar IKA SMANPAT Bone dapat menjadi agenda rutin yang tidak hanya mempererat silaturahmi dan memperkuat rasa persaudaraan, tetapi juga menjadi wadah kontribusi nyata alumni dalam mendukung kemajuan sekolah serta memberikan manfaat bagi masyarakat luas. (*)



Tinggalkan Balasan