BONE– Kabupaten Bone kembali mencatatkan capaian membanggakan di bidang ekonomi. Di bawah kepemimpinan H. Andi Asman Sulaiman, S.Sos., MM sebagai Bupati Bone dan Dr. H. Andi Akmal Pasluddin, MM sebagai Wakil Bupati Bone, daerah yang dikenal sebagai Bumi Arung Palakka ini menunjukkan tren pertumbuhan ekonomi yang semakin menguat.

Berdasarkan data terbaru yang dihimpun, Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kabupaten Bone atas dasar harga berlaku telah mencapai Rp54,21 triliun. Sementara itu, atas dasar harga konstan, PDRB Bone berada pada angka Rp28,45 triliun. Secara nilai absolut, capaian ini menempatkan Kabupaten Bone di urutan kedua tertinggi di Sulawesi Selatan setelah Makassar.

PDRB adalah ukuran total nilai barang dan jasa yang dihasilkan oleh suatu daerah dalam satu tahun. Jika diibaratkan, PDRB adalah nilai total aktivitas ekonomi masyarakat di suatu wilayah.

Harga berlaku menggambarkan nilai ekonomi sesuai harga saat ini, sehingga menunjukkan besarnya perputaran uang secara riil di masyarakat.

Harga konstan digunakan untuk mengukur pertumbuhan ekonomi yang sesungguhnya karena sudah menghilangkan pengaruh kenaikan harga (inflasi).

Dengan PDRB harga berlaku mencapai Rp54,21 triliun, ini berarti aktivitas ekonomi di Kabupaten Bone terus bergerak dan tumbuh. Sementara angka Rp28,45 triliun atas dasar harga konstan menjadi dasar penghitungan pertumbuhan ekonomi yang lebih objektif.

Pertumbuhan Tertinggi dalam Enam Tahun Terakhir

Tak hanya besar secara nilai, pertumbuhan ekonomi Kabupaten Bone juga menunjukkan tren yang sangat positif. Tahun 2025, pertumbuhan ekonomi Bone mencapai 6,03 persen, tertinggi dalam enam tahun terakhir.

Berikut perkembangan pertumbuhan ekonomi Bone:

2020 : -0,25%

2021 : 5,53%

2022 : 5,23%

2023 : 3,77%

2024 : 5,56%

2025 : 6,03%

Pada tahun 2020, ekonomi sempat mengalami kontraksi atau pertumbuhan negatif akibat dampak pandemi. Namun sejak 2021, grafik mulai bergerak naik. Meski sempat melambat pada 2023, tren kembali menguat hingga akhirnya mencapai puncak tertinggi pada 2025.

Pertumbuhan 6,03 persen ini menjadi sinyal kuat bahwa roda ekonomi daerah berjalan stabil, bahkan semakin produktif. Sektor pertanian, perdagangan, jasa, serta pembangunan infrastruktur diyakini menjadi penopang utama peningkatan ini.

Buah Kerja Kolektif Pemerintahan BerAmal

Bupati Bone, H. Andi Asman Sulaiman, membenarkan capaian tersebut. Ia menyampaikan bahwa pemerintah daerah telah menerima rilis data resmi itu dan menyambutnya dengan rasa syukur.

Menurutnya, capaian ini adalah hasil kerja bersama seluruh elemen masyarakat. “Tentu ini patut kita syukuri. Satu tahun pemerintahan BerAmal membuahkan hasil. Capaian ini bukan hanya kerja sendiri, namun kerja semua pihak,” ujarnya.

Ia juga berharap tren positif ini dapat terus berlanjut sehingga berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan masyarakat. Pertumbuhan ekonomi, pada akhirnya, bukan sekadar angka statistik, tetapi harus bermuara pada meningkatnya pendapatan masyarakat, terbukanya lapangan kerja, dan membaiknya kualitas hidup warga.

Capaian sebagai daerah dengan nilai PDRB terbesar kedua di Sulawesi Selatan setelah Makassar menjadi motivasi tersendiri bagi Pemerintah Kabupaten Bone. Dengan fondasi ekonomi yang semakin kuat dan pertumbuhan yang konsisten meningkat, Bone kini berada pada jalur yang menjanjikan.

Tantangan ke depan tentu tidak ringan. Namun dengan kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, petani, nelayan, ASN, serta seluruh lapisan masyarakat, harapan untuk menjadikan Kabupaten Bone sebagai daerah yang maju dan sejahtera bukanlah hal yang mustahil.

Prestasi ini menjadi bukti bahwa arah pembangunan yang dijalankan mulai menunjukkan hasil nyata. Kini, yang terpenting adalah menjaga konsistensi, memperluas peluang ekonomi, dan memastikan setiap pertumbuhan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh seluruh masyarakat Kabupaten Bone.

Tingginya pertumbuhan ekonomi Bone, tidak lepas dari besarnya uang yang beredar di daerah ini. Tercatat atas dasar harga berlaku, pendapatan domestik regional bruto (PDRB) mencapai 54,21 Triliun. Kemudian, atas dasar harga konstan, PDRB nya 28,45 Triliun.

“Alhamdulillah, secara nilai absolut, kita di urutan ke 2 setelah kota Makassar,” kata Bupati Bone, H Andi Asman Sulaiman SSos MM kepada wartawan Jumat 27 Februari 2026.

Bupati mengatakan, selain besarnya anggaran pusat dan provinsi berupa infrastruktur, pertumbuhan ekonomi juga dengan besarnya dana CSR yang masuk ke Bone.

“Kemudian, penyumbang kedua itu program IP300. Melalui program ini, pendapatan petani meningkat, ditambah harga gabah (beras) yang berpihak ke petani,” tukasnya.

Kemudian penyumbang ketiga lanjut Bupati, sektor pertanian jagung. Kemudian, program makan bergizi gratis penyumbang ketiga yang menekankan konsumsi pangan bahan berbasis lokal. Juga penyerapan tenaga kerja lokal sehingga perputaran uang di Kabupaten Bone cukup tinggi.

“Penyumbang pertumbuhan ekonomi lainnya, yakni sektor UMKM. Alhamdulillah, UMKM di Bone tumbuh. Contoh di taman Arung Palakka, perputaran uang disana sangat tinggi. Parkirnya saja, Bone bisa mendapatkan PAD (Pendapatan Asli Daerah) Rp200 juta,” tukasnya.

Penyumbang berikutnya, yakni sektor peternakan. Termasuk realisasi KUR.

“Bone bahkan terbesar kedua realisasi KUR di Sulsel. Berdasarkan data per Desember 2025, Bone menjadi salah satu daerah dengan penyaluran KUR tertinggi di Sulawesi Selatan, menembus angka Rp1,7 triliun hingga awal tahun 2026, terutama didominasi sektor pertanian,” tutupnya.

PDRB per kapita adalah indikator ekonomi yang dihitung dari total Produksi Domestik Regional Bruto (PDRB) dibagi jumlah penduduk di suatu wilayah (provinsi/kabupaten/kota) pada periode tertentu. Ini mencerminkan rata-rata pendapatan penduduk, tingkat kesejahteraan, dan kinerja pembangunan ekonomi daerah. (*)