BONE– Di tengah denyut aktivitas warga, langkah kaki H. Andi Asman Sulaiman tak pernah jauh dari urusan kebutuhan dasar masyarakatnya. Bupati Bone itu kembali turun langsung memastikan ketersediaan bahan pokok tetap aman dan terjangkau melalui pengecekan Kios Pangan di wilayah Kecamatan Tanete Riattang, tepat di samping Kantor Camat pada Senin, 23 Februari 2026.
Kedatangannya bukan sekadar seremonial. Ia ingin memastikan sendiri apakah benar kios pangan yang telah diinstruksikannya benar-benar tersedia dan berfungsi sebagaimana mestinya. Satu per satu komoditas diperhatikan. Di dalam kios tersebut, tersusun rapi berbagai kebutuhan pokok yang menjadi penopang dapur keluarga: beras, minyak goreng, hingga terigu.
Sementara distribusi stok dilakukan bekerja sama dengan Badan Urusan Logistik (Bulog). Kolaborasi ini menjadi bagian dari strategi pemerintah daerah dalam memperpendek rantai distribusi, sehingga harga yang diterima masyarakat tetap stabil dan terjangkau.
“Yang penting tersedia dan mudah dijangkau,” menjadi prinsip yang terus ditekankan Bupati Bone dalam setiap kunjungan lapangannya. Ia memahami, bagi masyarakat kecil, selisih harga yang tipis sekalipun sangat berarti dalam mengatur pengeluaran rumah tangga.
Tak berhenti di satu titik, Bupati Bone telah menginstruksikan seluruh camat hingga lurah dan kepala desa untuk menyiapkan kios pangan di masing-masing wilayahnya. Langkah ini diambil agar akses terhadap kebutuhan pokok semakin dekat, tidak terpusat hanya di pasar-pasar besar.
Melalui kerja sama dengan Bulog sebagai pengelola cadangan pangan, distribusi bahan pokok kini diarahkan langsung ke kios-kios di tingkat kecamatan, kelurahan, hingga desa. Dengan begitu, masyarakat tak perlu menempuh jarak jauh atau khawatir terhadap lonjakan harga yang kerap terjadi saat permintaan meningkat.
Kehadiran kios pangan ini bukan sekadar tempat transaksi jual beli, melainkan bentuk keberpihakan pemerintah daerah terhadap kebutuhan riil warganya. Bagi Andi Asman Sulaiman, memastikan dapur rakyat tetap mengepul adalah bagian dari tanggung jawab kepemimpinan bahwa pembangunan bukan hanya tentang infrastruktur, tetapi juga tentang ketahanan pangan dan kesejahteraan yang bisa dirasakan langsung oleh masyarakat. (*)



Tinggalkan Balasan