BONE– Bandara Udara Arung Palakka Bone perlahan menegaskan perannya sebagai jalur alternatif transportasi udara yang semakin diminati. Jumat pagi (9/1/2026), suasana berbeda tampak di bandara yang terletak di Jalan Bandara, Kelurahan Mappolo Ulaweng, Kecamatan Awangpone. Area keberangkatan dipadati rombongan jamaah umrah yang bersiap menempuh perjalanan menuju Kota Makassar melalui jalur udara.

Sebanyak 29 jamaah umrah bersama keluarga pengantar dari travel PT Mahabbul Karim terlihat antusias menanti keberangkatan. Para jamaah tampil kompak mengenakan pakaian batik bernuansa seragam, menciptakan kesan kebersamaan yang hangat jelang perjalanan menuju Tanah Suci.

Momentum ini menjadi catatan penting bagi Bandara Arung Palakka. Untuk pertama kalinya, sebuah travel umrah secara resmi memanfaatkan penerbangan dari Bone menuju Makassar sebagai bagian dari rangkaian perjalanan ibadah jamaah.

Kepala UPBU Bandara Arung Palakka Bone, Andi Indar Gunawan, turut hadir langsung memberikan pengarahan kepada jamaah. Mengenakan pakaian dinas harian (PDH) putih, celana biru, rompi merah, serta kacamata, Andi Indar menyampaikan apresiasi sekaligus harapan besar terhadap pemanfaatan bandara ke depan.

“Ini pertama kalinya ada travel yang menggunakan bandara kita untuk penerbangan ke Makassar. Semoga ke depan makin banyak travel yang ikut memanfaatkan Bandara Udara Arung Palakka,” ujarnya.

Dalam arahannya, Andi Indar juga menyosialisasikan keunggulan penggunaan jalur udara dibandingkan transportasi darat. Menurutnya, efisiensi waktu menjadi nilai utama yang dirasakan langsung oleh masyarakat.

“Kalau menggunakan pesawat, waktunya jauh lebih efisien. Tidak perlu menempuh perjalanan panjang lewat darat,” tambahnya.

Sementara itu, Direktur Operasional PT Mahabbul Karim, Fadil Muhammad Tawalli, tampak mendampingi jamaah di area keberangkatan. Mengenakan kemeja lengan pendek hitam dengan gradasi putih serta celana kain hitam, Fadil mengungkapkan bahwa penggunaan Bandara Arung Palakka merupakan pengalaman pertama bagi pihaknya.

“Baru pertama kali kami menggunakan penerbangan dari Bone. Ke depan, insyaallah di musim haji nanti kami berencana membooking penerbangan lagi di sini,” ungkapnya optimistis.

Fadil menilai, rute udara Bone–Makassar sangat membantu jamaah, terutama dari sisi waktu tempuh. Jika melalui udara hanya membutuhkan sekitar 30 menit, jalur darat bisa memakan waktu hingga 3–4 jam.

“Kalau pesawat hanya 30 menit sudah sampai. Ini tentu sangat berbeda dibanding perjalanan darat,” jelasnya.

Ia juga berharap agar kapasitas dan fasilitas bandara terus ditingkatkan sehingga semakin banyak maskapai yang dapat membuka rute penerbangan reguler dari Bone.

“Harapannya nanti bisa membooking pesawat Fly Jaya untuk jamaah haji kami. Bahkan kalau memungkinkan, ke depan bisa ada pelebaran sehingga penerbangan dari Bone bisa langsung menuju Mekkah,” ujarnya penuh harap.

Apresiasi juga datang dari Bupati Bone, H. Andi Asman Sulaiman, S.Sos., MM. Ia menyambut baik meningkatnya animo masyarakat dan travel dalam memanfaatkan jalur udara yang telah disiapkan pemerintah.

“Inilah salah satu tujuan kehadiran transportasi udara ini. Tidak hanya memberikan kemudahan, tetapi juga efisiensi waktu dan biaya,” kata Bupati.

Ia pun mengajak masyarakat Bone untuk memanfaatkan Bandara Arung Palakka sebagai sarana transportasi pilihan. Ke depan, Pemerintah Kabupaten Bone menargetkan pengembangan rute penerbangan yang lebih luas.

“Ke depan, Bandara Arung Palakka tidak hanya melayani rute Bone–Makassar, Bone–Kendari, dan Bone–Balikpapan, tetapi juga Bone–Jakarta dan Bone–Surabaya,” tegasnya.

Dengan mulai diliriknya Bandara Arung Palakka oleh travel umrah, harapan besar pun mengemuka. Bandara kebanggaan masyarakat Bone ini perlahan tumbuh menjadi simpul penting konektivitas udara, membuka akses lebih cepat, efisien, dan berdaya saing bagi daerah. (*)