BONE–Menjelang pergantian tahun baru, angin segar berembus bagi Bumi Arung Palakka. Di bawah kepemimpinan Bupati Bone H. Andi Asman Sulaiman, S.Sos., MM bersama Wakil Bupati Dr. H. Andi Akmal Pasluddin, MM,(berAmal) Pemerintah Kabupaten Bone kembali menorehkan capaian strategis yang membawa keberkahan nyata bagi masyarakat.

Melalui sinergi kuat dengan pemerintah pusat, khususnya Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN, Kabupaten Bone berhasil “merebut” kucuran Dana Alokasi Khusus (DAK) Non Fisik Tahun 2026 sebesar Rp7.551.985.000 yang bersumber dari APBN. Capaian ini menjadi bukti bahwa keterbatasan APBD bukanlah penghalang untuk terus menghadirkan program prioritas yang menyentuh langsung kebutuhan rakyat.

Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kabupaten Bone, Andi Aswat, S.Sos., MM, menegaskan bahwa bantuan tersebut merupakan hasil nyata dari komunikasi intens dan kepemimpinan visioner Bupati Bone dengan pemerintah pusat.

“Di tengah keterbatasan anggaran daerah, justru Bone mendapat angin segar dari APBN. Kita keciprat anggaran miliaran berkat sinergitas kepemimpinan Bapak Bupati Bone dengan pemerintah pusat,” ungkapnya.

Anggaran DAK Non Fisik ini akan menyasar 27 kecamatan di Kabupaten Bone dengan fokus utama pencegahan dan penurunan angka stunting. Program tersebut mencakup penguatan peran Institusi Masyarakat Pedesaan, kader desa, Pembina Pembantu KB, hingga Tim Pendamping Keluarga yang terdiri dari bidan, PKK desa, serta Kader KB.

Tak hanya itu, program Dapur Sehat Atasi Stunting (DASHAT) di Kampung KB juga menjadi salah satu ujung tombak intervensi langsung ke keluarga. Program ini dirancang menyasar seluruh desa, memastikan setiap keluarga mendapat edukasi dan pendampingan gizi yang berkelanjutan.

Andi Aswat menyebut, keberhasilan ini tidak lepas dari arahan tegas Bupati Bone yang mengubah pola lama.

“Bone merasa bersyukur. Atas arahan Bupati, kita bukan lagi sekadar menjemput, tapi merebut peluang. Sejak awal Pak Bupati sudah mengoordinasikan agar potensi dukungan dari BKKBN Pusat bisa dimaksimalkan,” ujarnya.

Secara nasional, Kabupaten Bone tercatat sebagai daerah penerima DAK Non Fisik terbesar kedua di Sulawesi Selatan setelah Kota Makassar untuk tahun 2026 sebuah prestasi yang menegaskan posisi Bone sebagai daerah yang diperhitungkan di tingkat pusat.

Dalam upaya mencapai target zero stunting, DPPKB Kabupaten Bone terus mengintensifkan langkah pencegahan sejak dini. Mulai dari Kursus Calon Pengantin (Catin), pendampingan ibu hamil, ibu menyusui, hingga balita, seluruh proses dikawal oleh Tim Pendamping Keluarga yang telah dibentuk di setiap desa dan kelurahan.

“Di setiap desa dan kelurahan sudah ada tim yang kami terjunkan. Pendampingan dilakukan secara berkelanjutan. Karena itu kami optimis, angka stunting di Bone bisa terus ditekan, bahkan dicegah sejak awal,” tutup Andi Aswat dengan penuh keyakinan.

Menutup tahun dengan prestasi dan harapan, Kabupaten Bone menunjukkan bahwa kepemimpinan BerAmal bukan sekadar tagline, melainkan kerja nyata yang menghadirkan manfaat langsung bagi generasi masa depan. (*)