BONE–Pemerintah Kabupaten Bone membuka babak baru kolaborasi dengan generasi muda. Melalui audiensi antara Bupati Bone, H. Andi Asman Sulaiman, dan Aliansi Pemuda Bersatu (A1) yang dipimpin Ketua Umum Riswan Rusandi, komitmen bersama dibangun untuk memperkuat ketahanan pangan, memberdayakan mahasiswa, dan melestarikan budaya daerah.

Pertemuan yang berlangsung hangat di ruang kerja Bupati Bone Rabu 03 Desember 2025 itu menjadi ruang dialog antara semangat anak muda dan arah pembangunan daerah. Bupati menyambut baik inisiatif A1 yang ingin mengambil peran nyata dalam pembangunan.

“Langkah awal yang bisa dilakukan adalah mendorong pemanfaatan pekarangan rumah sebagai sumber pangan mandiri. Minimal bisa menggerakkan bahan pangan dari pekarangan. Jika sudah ada lokus, kami akan kunjungi, dan penganggaran ke depan lebih mudah untuk melibatkan pemuda,” tegas Bupati.

Di hadapan para pengurus A1, Bupati Andi Asman juga menekankan komitmen pemerintah untuk memberi perhatian khusus kepada mahasiswa prasejahtera, terutama dari keluarga miskin dan berprestasi. Pendataan akan diperkuat agar bantuan tepat sasaran.

Program ini akan bersinergi dengan kegiatan pertanian pemuda, literasi, hingga pengembangan pekarangan produktif yang digerakkan A1 maupun kampus.

“Kita support ketahanan pangan. Kalau sudah ada contoh, Pemkab lebih mudah menganggarkan. Lokus nanti kita buat, dan saya siap turun langsung meninjau,” tambah Bupati.

Ia juga mendorong agar Kuliah Kerja Nyata (KKN) perguruan tinggi terintegrasi dengan kebutuhan daerah, khususnya program Pemenuhan Gizi, Pemanfaatan Pekarangan Lestari (P2L), serta pendataan mahasiswa dari keluarga miskin ekstrem.

Di sisi lain, Bupati menyampaikan bahwa upaya peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) terus digenjot. Ketika PAD meningkat, ruang dukungan pendidikan untuk mahasiswa berprestasi dapat diperluas.

Ketua Umum A1, Riswan Rusandi, menyampaikan bahwa organisasinya siap mengambil bagian dalam pembangunan daerah, termasuk pelestarian budaya dan edukasi sejarah Bone. “Kami berpikir bagaimana memperkenalkan budaya Bone sehingga tamu dari luar bisa memahami sejarah Bone,” ujarnya.

Menanggapi hal itu, Bupati memberikan tantangan sekaligus dukungan penuh. Ia mengusulkan A1 menjadi pelopor kegiatan Napak Tilas Arung Palakka hingga ke Buton, yang direncanakan masuk dalam rangkaian peringatan Hari Jadi Bone (HJB). Ia menilai kegiatan ini bukan hanya pelestarian budaya, tetapi juga sarana edukasi sejarah bagi generasi muda dan wisatawan.

Audiensi ini menjadi momentum awal sinergi antara pemerintah dan generasi muda Bone. Kolaborasi ini diproyeksikan memperkuat ketahanan pangan desa, meningkatkan kapasitas mahasiswa, hingga menjaga warisan budaya yang menjadi identitas masyarakat Bone. Dengan keterlibatan pemuda, Bupati optimistis Bone terus tumbuh sebagai daerah yang tangguh, mandiri, dan berkepribadian budaya kuat. (*)