BONE — Upaya memperkuat karakter religius dan meningkatkan literasi Al-Qur’an di kalangan pendidik terus digalakkan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan. Melalui program prioritas “Peningkatan Baca Tulis Al-Qur’an untuk Guru dan Siswa SMA/SMK (CDP3)”, Dinas Pendidikan Sulsel menggelar Bimbingan Pembelajaran Tajwid bagi Guru di Gedung Aula Makkasau Bone Kamis, 30 Oktober 2025.

Kegiatan yang diikuti sekitar 100 guru SMA dan SMK Negeri maupun Swasta se-Kabupaten Bone ini berlangsung secara luring dan daring selama sepekan — dua hari tatap muka dan lima hari pembelajaran daring.

Acara pembukaan dihadiri dan dibuka langsung oleh Plt. Kepala Bidang GTK Dinas Pendidikan Sulsel, Dr. H. Anshar, S.Kom., M.I.Kom., didampingi Kepala Seksi Pembinaan SMA & FP3DMT Cabdisdik Wilayah III Bone, Dr. Shabiel Zakaria, S.Pd., M.Pd., serta Ketua MGMP PAI Kabupaten Bone dan para pemateri pembimbingan tajwid.

Dalam sambutannya, Dr. Shabiel Zakaria menyampaikan apresiasi dan kebanggaannya terhadap pelaksanaan kegiatan ini. Menurutnya, kegiatan pembimbingan tajwid merupakan langkah konkret mewujudkan cita-cita besar Pemprov Sulsel menuju “Sulsel Maju dan Berkarakter”.

“Saya berharap agar guru-guru yang dibimbing ini nantinya menjadi contoh dan teladan dalam hal bacaan Al-Qur’an di sekolah. Selanjutnya mereka diminta melakukan program-program tindak lanjut demi meningkatkan pengetahuan bacaan Al-Qur’an bagi anak-anak didiknya,” ujarnya.

Shabiel menilai, pembinaan seperti ini penting agar para pendidik tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki nilai spiritual yang kuat untuk ditularkan kepada siswa.

Sementara itu, Dr. H. Anshar, S.Kom., M.I.Kom., dalam arahannya menekankan pentingnya komitmen penuh dari para peserta.

“Saya menekankan kepada guru-guru yang ikut sebagai peserta agar mengikuti kegiatan secara penuh, tidak boleh setengah-setengah, karena hasilnya akan berdampak langsung di sekolah,” ungkapnya.

Ia menambahkan bahwa program pembimbingan tajwid ini merupakan salah satu bentuk dukungan nyata terhadap kebijakan Gubernur dan Wakil Gubernur Sulawesi Selatan, yang berfokus pada penguatan karakter religius melalui berbagai program positif di seluruh kabupaten/kota.

“Kita harus mendukung program prioritas pemerintah provinsi dengan semangat kolaborasi. Termasuk program ini, yang dilaksanakan serentak di seluruh daerah di Sulawesi Selatan,” tambahnya.

Selama kegiatan berlangsung, para peserta mendapatkan pembimbingan mendalam tentang tajwid, makhraj huruf, serta metode pengajaran Al-Qur’an yang efektif bagi siswa. Diharapkan, para guru ini nantinya menjadi pembimbing tajwid di sekolah masing-masing, sekaligus agen perubahan dalam mencetak generasi Qurani di Kabupaten Bone.

Kegiatan ini bukan hanya sekadar pelatihan teknis membaca Al-Qur’an dengan baik dan benar, tetapi juga bagian dari gerakan moral membentuk pribadi pendidik yang religius, santun, dan berkarakter — pondasi penting bagi pendidikan yang beradab dan berkemajuan. (*)