BONE– Suasana haru dan syukur menyelimuti Dusun Taka, Desa Bengo, Kecamatan Bengo, Kamis, 07 Mei 2026. Di tengah antusiasme masyarakat yang memadati lokasi, Bupati Bone H. Andi Asman Sulaiman, S.Sos., MM bersama Ketua DPRD Bone Andi Tenri Walinonong, SH meresmikan Jembatan Sungai Alekale Ruas Bengo–Taka–Malaka yang selama ini menjadi dambaan warga.
Pengguntingan pita dilakukan langsung oleh Bupati Bone dan Ketua DPRD Bone, disaksikan unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah Bone, Dandim 1407/Bone Letkol Inf. Laode Muhammad Idrus, Dandenpom, Wakil Ketua DPRD Bone Irwandi Burhan dari Partai Golkar, serta sejumlah anggota DPRD Bone dari wilayah Bone Barat di antaranya Hj. Adriani Alimuddin Page dari PPP, Farel Adiwiyangsyah dari PKB, Andi Purnama Sari dari Partai Gerindra, dan Mulham Natsir dari Partai Demokrat.
Jembatan yang berdiri kokoh di atas Sungai Alekale itu bukan sekadar proyek infrastruktur biasa. Ia menjadi simbol perubahan bagi masyarakat yang selama puluhan tahun harus berjibaku melintasi sungai demi menjalankan aktivitas sehari-hari.
Dengan anggaran sebesar Rp6,813 miliar melalui bantuan keuangan Provinsi Sulawesi Selatan Tahun 2025/2026, jembatan tersebut dibangun menggunakan konstruksi girder baja komposit dengan panjang bentang 30 meter dan lebar 6 meter.
Kehadiran jembatan ini langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Selama ini warga harus menyeberangi sungai bahkan bergantung pada jembatan bambu sederhana untuk menghubungkan desa dengan pusat aktivitas ekonomi dan pertanian. Kini akses menuju pasar, sekolah, hingga distribusi hasil pertanian menjadi jauh lebih mudah dan aman.
Ketua DPRD Bone, Andi Tenri Walinonong, SH mengaku bersyukur melihat jembatan impian masyarakat akhirnya dapat berdiri kokoh.
“Jembatan yang dibangun di ruas jalan Alekale–Taka–Bengo ini ternyata sangat luar biasa bisa berdiri kokoh. Kita patut bersyukur, ini merupakan bukti nyata dari Bapak Bupati Bone. Keseriusan beliau memberikan manfaat kepada masyarakat,” ungkapnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Bone karena harapan masyarakat selama ini akhirnya terjawab.
“Kami dari DPRD Bone sangat berterima kasih karena apa yang menjadi harapan masyarakat dapat terjawab dari pemerintah Kabupaten Bone,” tambahnya.
Bagi Bupati Bone H. Andi Asman Sulaiman, peresmian jembatan itu menghadirkan kenangan tersendiri. Di hadapan masyarakat, ia mengenang masa ketika dirinya masih menjadi Sekretaris Camat dan harus melewati akses sungai menggunakan jembatan bambu.
“Akses jalan ini saya sudah rasakan pada saat masih jadi Sekretaris Camat. Pada saat Pemilu saya pernah ke sini melewati akses sungai ini hanya menggunakan jembatan bambu,” kenangnya.
Kala itu, kata Andi Asman, ia sempat bertekad jika suatu hari menjadi Kepala Dinas Pekerjaan Umum maka wilayah tersebut akan menjadi prioritas pembangunan.
“Dalam hati saya, kalau saya jadi Kadis PU saya jadikan prioritas pembangunan jalan. Ternyata nasib saya bukan Kadis PU justru menjadi Bupati,” ujarnya disambut tepuk tangan warga.
Menurutnya, pembangunan tidak boleh hanya terpusat di kota, tetapi juga harus menyentuh desa-desa terpencil sebagai bagian dari visi pembangunan BerAmal yang berkeadilan.
“Pemerintah tidak hanya bekerja di pusat kota saja, namun juga menyasar pelosok desa sebagai upaya mewujudkan visi BerAmal yakni berkeadilan,” tegasnya.
Meski jembatan telah selesai dibangun, perhatian pemerintah belum berhenti. Bupati Bone menegaskan bahwa fokus berikutnya adalah peningkatan akses jalan penunjang agar konektivitas kawasan semakin maksimal.
“Dengan akses jembatan yang sudah bagus, kini pemikiran kami sisa perbaikan akses jalan. Kita akan melihat bagaimana kemampuan keuangan daerah karena sekarang kita bekerja dengan skala prioritas,” jelasnya.
Ia juga sengaja mengajak lintas sektor dan para anggota DPRD untuk hadir langsung agar dapat melihat kondisi riil infrastruktur pedesaan yang masih membutuhkan perhatian pemerintah.
“Dari peresmian ini, sengaja kita libatkan semua lintas sektor dan anggota DPRD yang terhormat supaya kita bisa merasakan infrastruktur jalan di desa ini yang masih butuh perhatian. Termasuk akses jaringan juga bisa dirasakan oleh masyarakat,” katanya.
Bupati Bone turut mengungkapkan bahwa hingga saat ini pembangunan infrastruktur jalan di Kabupaten Bone telah mencapai sekitar 329 kilometer. Pemerintah daerah menargetkan pembangunan jalan dapat terus bertambah sekitar 100 kilometer setiap tahun.
Di sela kunjungan tersebut, Bupati Bone juga menyempatkan diri singgah memantau kondisi sekolah di sekitar lokasi. Ia mengaku prihatin melihat fasilitas pendidikan yang masih belum memadai, terutama sarana penunjang pembelajaran digital.
“Silakan kepala sekolah diusul supaya anak-anak kita juga bisa merasakan pembelajaran digitalisasi,” pesannya.
Di Desa Bengo, jembatan baru itu kini bukan hanya penghubung antarwilayah. Ia menjadi penghubung harapan masyarakat menuju akses pendidikan, ekonomi, dan masa depan yang lebih baik. (*)


Tinggalkan Balasan