JAKARTA – Perubahan harus dirasakan secara nyata di tengah masyarakat. Peningkatan produktivitas, terbukanya akses pasar, serta berkembangnya usaha kelautan dan perikanan menjadi tujuan yang terus didorong Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).

Untuk mengawal agenda tersebut, sebanyak 3.888 penyuluh kelautan dan perikanan siap bergerak hingga ke lapangan. Mereka tersebar di 37 provinsi dan 484 kabupaten/kota, menjadi kekuatan lapangan KKP dalam memastikan program prioritas nasional tidak berhenti sebagai kegiatan, tetapi menghasilkan manfaat nyata bagi masyarakat.

Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono meminta para penyuluh dan pendidik bekerja sungguh-sungguh serta mendedikasikan diri dalam mengawal pelaksanaan program dan kegiatan prioritas nasional.

Pesan tersebut disampaikan Trenggono saat menghadiri Forum Konsolidasi Penyuluhan dan Pendidikan Kelautan dan Perikanan untuk Program/Kegiatan Prioritas Nasional yang berlangsung di Gedung Mina Bahari, Senin (21/09/2026).

Trenggono menegaskan, penyuluh merupakan kekuatan lapangan KKP yang memiliki peran strategis dalam memahami kebutuhan dan persoalan masyarakat. Kehadiran mereka juga menjadi penghubung antara pemerintah, masyarakat, dan dunia usaha.

“Program prioritas tidak hanya selesai secara fisik, tetapi benar-benar beroperasi, produktif, dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” tegas Trenggono.

Menurutnya, keberhasilan program prioritas nasional tidak cukup diukur dari penyelesaian pembangunan secara fisik. Setiap program harus mampu beroperasi secara optimal, mendorong produktivitas, serta memberikan dampak yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.

Melalui forum konsolidasi tersebut, peran penyuluh diperkuat sebagai penggerak perubahan sekaligus problem solver di lapangan. Pendampingan kepada masyarakat diarahkan untuk meningkatkan produktivitas, memperluas akses pasar, dan mengembangkan usaha kelautan dan perikanan.

Dengan dukungan 3.888 penyuluh yang menjangkau 37 provinsi dan 484 kabupaten/kota, KKP berharap pelaksanaan program pemerintah dapat semakin dekat dengan kebutuhan masyarakat serta mampu menjawab berbagai tantangan di sektor kelautan dan perikanan.

Keberhasilan penyuluhan, lanjutnya, tidak semata-mata ditentukan oleh jumlah program yang dijalankan, tetapi juga dari sejauh mana program tersebut mampu mendorong perubahan kehidupan masyarakat menjadi lebih produktif dan mengembangkan usaha mereka.

Dari lapangan, perubahan dikawal. Dari masyarakat, manfaat program diharapkan semakin nyata. (*)