BONE– Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Watampone melaksanakan kegiatan briefing internal yang dipimpin langsung oleh Plt. Kepala Lapas bertempat di Aula Lapas. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh pejabat struktural dan pegawai sebagai bagian dari upaya penyelarasan kinerja dan penguatan fungsi pemasyarakatan, Rabu (03/12).
Dalam pelaksanaannya, Plt. Kalapas, Ashari, menyampaikan sejumlah arahan strategis terkait peningkatan kualitas pelayanan pemasyarakatan. Ia menekankan bahwa setiap unit kerja harus membangun pola pelayanan yang responsif, tepat sasaran, dan mampu menjawab kebutuhan di lapangan. Pelayanan yang berkualitas dianggap sebagai fondasi utama dalam menjaga kepercayaan publik terhadap institusi pemasyarakatan.
Selain itu, Plt. Kalapas memberikan penekanan khusus pada efektivitas program pembinaan bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP). Ia menegaskan bahwa pembinaan harus dilaksanakan secara berkelanjutan, bukan hanya sebagai formalitas. Menurutnya, keberhasilan pembinaan ditentukan oleh keseriusan seluruh unsur dalam memastikan setiap program berjalan optimal.
Dalam arahannya, Plt. Kalapas juga menyinggung pentingnya perbaikan dan pemeliharaan fasilitas di lingkungan Lapas. Ia menyebut bahwa kondisi sarana yang baik merupakan penunjang utama bagi terciptanya lingkungan pemasyarakatan yang aman, tertib, dan mendukung proses pembinaan. Perbaikan fasilitas disebut perlu dipercepat agar seluruh aktivitas dapat berjalan lebih efektif.
“Kita membutuhkan gerak bersama yang selaras semangat untuk berubah, memperbaiki, dan menjaga standar pelayanan. Pembinaan tidak boleh sekadar berjalan, tetapi harus berkelanjutan dan berdampak. Begitu pula fasilitas, harus terawat agar benar-benar menunjang seluruh proses,” ungkap Ashari dalam arahannya.
Kegiatan briefing ini juga menjadi ruang evaluasi bersama bagi seluruh pegawai. Melalui diskusi dan penyampaian arahan, seluruh jajaran diharapkan mampu memahami prioritas kerja yang harus dicapai, termasuk peningkatan kualitas kinerja, penguatan integritas, serta penerapan disiplin yang konsisten dalam menjalankan tugas.
Selain membahas teknis pelaksanaan tugas, Plt. Kalapas menekankan pentingnya membangun budaya kerja kolaboratif. Ia mengajak seluruh pegawai untuk terus memperkuat koordinasi antarseksi, sehingga setiap tantangan dapat dihadapi dengan solusi yang cepat dan tepat. Sinergi internal disebut sebagai kunci keberhasilan organisasi.
Dengan terlaksananya kegiatan ini, Lapas Kelas IIA Watampone menyatakan komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan, memperkuat pembinaan bagi WBP, serta memperbaiki fasilitas secara berkelanjutan. Seluruh jajaran diharapkan mampu mengimplementasikan arahan yang diberikan sehingga pelaksanaan tugas pemasyarakatan dapat berjalan optimal, profesional, dan berintegritas. (*)



Tinggalkan Balasan