BONE– Pemerintah Kabupaten Bone terus memperlihatkan keseriusannya dalam mempercepat pembangunan infrastruktur yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat. Di bawah kepemimpinan Bupati H. Andi Asman Sulaiman, S.Sos., M.M. dan Wakil Bupati Dr. H. Andi Akmal Pasluddin, SP., M.M., pembenahan jaringan jalan dan jembatan kini menjadi prioritas utama untuk memperkuat konektivitas antarwilayah di Bumi Arung Palakka.

Tahun ini, percepatan itu dituangkan melalui pengerjaan 15,56 kilometer proyek jalan, yang terdiri atas rehabilitasi dan pembangunan baru, serta satu unit jembatan. Seluruh pekerjaan dilaksanakan serentak menggunakan alokasi Bantuan Keuangan Provinsi (BKP) Tahun Anggaran 2025.

Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Persandian Kabupaten Bone, Anwar, S.H., M.Si., M.H., memastikan bahwa rangkaian kegiatan infrastruktur tersebut kini sedang berjalan.
“Iya, sementara jalan. Kegiatan ini didanai dengan sumber dana BKP 2025. Ini semua kegiatannya,” ujar Anwar, mewakili Kabid Bina Marga, Jumran, ST, MT.

Pekerjaan yang tengah digenjot Pemkab Bone terbagi menjadi tiga fokus utama:
1. Rehabilitasi Jalan – 10,77 Km (19 Ruas)
Rehabilitasi mencakup 19 ruas yang tersebar dalam tiga paket pekerjaan. Sejumlah ruas penting baik di pusat kota maupun wilayah penghubung kini tengah diperbaiki.

Ruas prioritas perbaikan meliputi:
Bajoe – Toro (1,52 Km)
Warue – Tirong (1,80 Km)
Jl. Gunung Kinabalu (0,45 Km)
Jl. Langsat (1,04 Km)
Jl. Merdeka (0,50 Km)
Jl. Petta Ponggawae (0,46 Km)
Jl. Sungai Citarum (0,50 Km)

Perbaikan ruas ini diharapkan mampu mengurangi beban kemacetan, meningkatkan kenyamanan pengendara, serta memperbaiki akses logistik dalam kota.

2. Pembangunan Jalan Baru – 4,79 Km
Pembangunan jalan baru menjadi aspek krusial untuk membuka akses wilayah yang sebelumnya sulit dijangkau.
Ruas pembangunan baru tersebut meliputi:
Akses Bandara Arung Palakka (1,50 Km)
Selli – Nyappareng (1,00 Km)
Pabaccue – Lonrong (1,00 Km)
Bakunge – Lonrong (0,39 Km)
Lapeccang – Lonrong (0,90 Km)

Jalan baru ini disiapkan untuk mendukung pertumbuhan kawasan baru, mempermudah mobilitas masyarakat desa kota, serta menjadi jalur alternatif yang aman.

3. Pembangunan Jembatan Sungai Alekale – 30 Meter
Selain jalan, Pemkab Bone juga membangun Jembatan Sungai Alekale pada ruas Bengo – Taka – Malaka.
Jembatan sepanjang 30 meter ini berfungsi vital sebagai penghubung arus barang, jasa, dan mobilitas penduduk antarkecamatan.

Dengan hadirnya dukungan dana BKP 2025, pemerintah berharap manfaat pembangunan segera terasa. Jalan yang lebih mulus, jembatan yang lebih kuat, dan jalur baru yang memperpendek waktu tempuh diyakini dapat menggerakkan ekonomi masyarakat.

Pemkab Bone menegaskan bahwa pembenahan infrastruktur akan terus menjadi pilar utama pembangunan daerah tak hanya untuk pemulihan konektivitas, tetapi juga untuk peningkatan kualitas hidup masyarakat. Masyarakat diharapkan segera merasakan hasilnya: jalan yang lebih aman, akses yang lebih cepat, dan aktivitas harian yang semakin lancar. (*)