BONE–Seminar Pendidikan Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Universitas Negeri Makassar (UNM) Bone tahun 2024 berlangsung dengan sukses, menghadirkan narasumber inspiratif yang membahas tema sentral “Pendidikan di Era Disrupsi” Sabtu, 14 Desember 2024.

Salah satu narasumber utama, Dr. H. Shabiel Zakaria, M.Pd., Kasi Pembinaan SMA Cabang Dinas Pendidikan Wilayah III Bone sekaligus alumni UNM mulai dari jenjang S1 hingga S3, menyampaikan kebanggaannya dapat kembali berkontribusi untuk almamater tercinta.
“Saya sangat bangga bisa kembali ke UNM dan berbagi pemikiran tentang bagaimana pendidikan harus menjawab tantangan era disrupsi. Ini momen penting untuk bersama-sama membangun karakter positif dalam dunia pendidikan,” ujar Dr. Shabiel saat membuka sesi diskusinya.
Dalam seminar yang dipandu oleh moderator Pak Ikbal, Dr. Shabiel menggambarkan era disrupsi sebagai bagian dari dunia VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, Ambiguity) yang penuh dengan ketidakpastian. Perubahan cepat yang menggeser pola-pola lama menuju pola baru menciptakan tantangan besar bagi berbagai sektor, termasuk pendidikan.
Menurut Dr. Shabiel, disrupsi teknologi, termasuk maraknya penggunaan gadget dan aplikasi dalam proses belajar-mengajar, telah memaksa guru, dosen, hingga siswa untuk beradaptasi dengan metode pengajaran baru. Namun, ia menegaskan bahwa era disrupsi bukanlah ancaman, melainkan peluang untuk mengembangkan karakter positif seperti kompetensi, kreativitas, kolaborasi, dan adaptabilitas.
“Era disrupsi adalah kenyataan yang tidak bisa ditolak. Dunia digital berkembang pesat, dan kita harus memanfaatkannya sebagai keberuntungan, bukan kekacauan. Pendidikan memiliki peran sentral untuk membangun mentalitas yang kuat agar setiap pelaku di dunia pendidikan, baik guru, dosen, mahasiswa, maupun siswa, tidak menjadi ‘korban’ perubahan, tetapi justru menjadi agen perubahan itu sendiri,” paparnya.
Selain Dr. Shabiel, seminar ini juga diisi oleh narasumber lainnya, yaitu Pak Asri dan pembicara pendahuluan Pak Subarman Salim. Setiap sesi memberikan sudut pandang yang memperkaya pemahaman peserta mengenai strategi menghadapi tantangan era disrupsi. Moderator Pak Ikbal pun mendapat apresiasi atas kemampuannya menjaga dinamika diskusi tetap hidup dan interaktif.
Seminar ini menjadi pengingat betapa pentingnya transformasi dalam pendidikan. Dr. Shabiel menekankan bahwa pendidikan adalah ruang yang ideal untuk melatih individu agar dapat menghadapi era disrupsi dengan sikap optimis dan kesiapan mental.
“Masa depan pendidikan tidak ditentukan oleh seberapa banyak perubahan yang terjadi, tetapi oleh sejauh mana kita mampu beradaptasi dan memanfaatkannya untuk kemajuan bersama,” pungkas Dr. Shabiel.
Kegiatan ini tidak hanya memberikan wawasan baru bagi peserta, tetapi juga menjadi ruang refleksi untuk menjadikan pendidikan sebagai agen utama dalam menghadapi era disrupsi dengan karakter positif dan kesiapan mental yang kuat. (*)



Tinggalkan Balasan