WATAMPONE — Pemandangan tak biasa terlihat di Lapangan Merdeka Watampone Rabu, 02 September 2026. Puluhan ribu male—hiasan telur khas perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW—memenuhi kawasan tersebut. Warna-warni hiasan telur yang tersusun rapi menjadi bagian dari persiapan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah/2026 Masehi yang digelar Pemerintah Kabupaten Bone.

Jumlahnya bukan sedikit. Diperkirakan mencapai 26 ribu male, menjadikan perayaan Maulid tahun ini sebagai salah satu momentum yang bakal tercatat dalam sejarah Kabupaten Bone.

Bupati Bone, H. Andi Asman Sulaiman, turut memantau langsung persiapan pelaksanaan Maulid Nabi Muhammad SAW di Lapangan Merdeka Watampone.

Bagi Bupati Bone, kemeriahan perayaan bukan sekadar menghadirkan ribuan male. Di balik jumlah yang besar itu, tersimpan semangat berbagi sekaligus upaya menggerakkan roda perekonomian masyarakat.

“Memang sengaja kita buat perayaan Maulid ini lebih semarak sebagai upaya berbagi dengan sesama,” ujar Andi Asman.

Menurutnya, momentum Maulid menjadi salah satu cara bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk bersedekah sekaligus memberikan dampak ekonomi kepada masyarakat.

“Hari ini salah satu cara ASN bersedekah dan menggerakkan ekonomi,” katanya.

Puluhan ribu male yang disiapkan tersebut, kata dia, secara tidak langsung ikut menggerakkan aktivitas ekonomi masyarakat. Banyak kebutuhan yang harus dipenuhi untuk membuat male, mulai dari telur, beras ketan, makanan ringan, buah-buahan, ayam, hingga berbagai perlengkapan dan aksesori.

“Dengan kehadiran puluhan ribu male, tentu tidak sedikit yang bergerak ekonominya. Ada telur, pecah belah, aksesori, beras ketan, snack, ayam, buah-buahan dan kebutuhan lainnya,” jelasnya.

Di tengah kemeriahan itu, peringatan Maulid Nabi juga menjadi ruang untuk kembali mengenang perjalanan dan perjuangan Rasulullah Muhammad SAW.

Bupati Bone mengingatkan bahwa perayaan Maulid bukan hanya tentang kemeriahan, tetapi juga momentum untuk melihat kembali sejarah kelahiran Nabi Muhammad SAW serta meneladani perjuangan dan akhlak beliau.

“Pasti kita melihat sejarah, momentum kelahiran Nabi. Kita mengenang perjuangan Nabi,” tuturnya.

Lebih jauh, kegiatan tersebut disebut sebagai bagian dari implementasi nilai ASN BerAKHLAK, khususnya semangat berbagi dan memberikan manfaat kepada masyarakat.

Di saat yang sama, perayaan ini juga menjadi bentuk implementasi visi Kabupaten Bone, Maberre: Mandiri, Berkeadilan, dan Berkelanjutan.

Menariknya, ribuan male tersebut tidak hanya diperuntukkan bagi kelompok tertentu. Pemerintah Kabupaten Bone menyiapkan sasaran penerima dari berbagai lapisan masyarakat yang membutuhkan.

Di antaranya siswa Sekolah Rakyat, sopir, petugas cleaning service, Satgas Kebersihan, asisten rumah tangga, warga miskin, penghuni pondok pesantren, serta pelaku UMKM prasejahtera.

Dengan demikian, kemeriahan Maulid Nabi di Lapangan Merdeka Watampone bukan hanya tentang seberapa banyak male yang terkumpul. Di balik 26 ribu male itu, terdapat pesan tentang kepedulian, sedekah, pemberdayaan ekonomi, dan semangat berbagi.

Lapangan Merdeka Watampone pun menjadi saksi bagaimana sebuah tradisi keagamaan dipadukan dengan gerakan sosial dan ekonomi masyarakat. Ribuan male yang memenuhi lapangan bukan sekadar simbol kemeriahan Maulid, tetapi juga menjadi tanda bahwa semangat berbagi dapat hadir melalui sebuah perayaan keagamaan.

Momentum kelahiran Nabi Muhammad SAW akhirnya tidak berhenti pada peringatan sejarah. Ia dihidupkan kembali melalui kepedulian kepada sesama dan upaya menghadirkan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat Bone. (*)