BONE–Jalan Bhayangkara, Kecamatan Tanete Riattang, deru alat berat dan doa bersama mengiringi momen peletakan batu pertama sebuah bangunan yang kelak akan menyimpan harapan para petani. Hari itu, Kamis (6/6/2025), Polres Bone menjadi saksi dimulainya pembangunan Gudang Penyimpanan Jagung dan Gabah—sebuah fasilitas strategis untuk memperkuat ketahanan pangan di wilayah Sulawesi Selatan.

Acara ground breaking ini bukan hanya sebuah seremoni. Di balik batu bata pertama yang diletakkan oleh Bupati Bone, H. Andi Asman Sulaiman, S.Sos., M.M., terdapat harapan besar untuk masa depan petani lokal. “Gudang ini bukan hanya tempat menyimpan hasil panen. Ini adalah simbol keberpihakan negara kepada para petani,” ujar Bupati Bone, disambut tepuk tangan para undangan yang hadir, termasuk jajaran Forkopimda dan tokoh masyarakat setempat.

Momentum ini menjadi bagian dari peluncuran nasional yang dipimpin langsung oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, secara virtual dari Kalimantan Barat. Dalam sambutannya, Presiden menekankan pentingnya infrastruktur penyimpanan pangan sebagai fondasi utama kestabilan harga dan ketahanan pangan nasional.

Kapolres Bone, AKBP Sugeng Setio Budhi, S.IK., M.Tr.Opsla., menyebut keterlibatan institusinya dalam proyek ini sebagai bentuk nyata komitmen Polri dalam mendukung program strategis nasional. “Kami tidak hanya menjaga keamanan. Kami juga hadir untuk mendukung kesejahteraan masyarakat, termasuk para petani,” ungkapnya.

Gudang yang akan dikelola oleh Perum Bulog ini memiliki kapasitas tampung hingga 1.000 ton. Iptu Rayendra Muchtar, S.H., Kasihumas Polres Bone, menjelaskan bahwa keberadaan gudang ini akan membantu menjaga stabilitas harga jagung dan gabah, serta memberi solusi penyimpanan jangka panjang. “Selama ini, banyak petani terpaksa menjual hasil panennya dengan harga murah karena tidak ada tempat penyimpanan. Dengan adanya gudang ini, mereka punya pilihan,” ujarnya.

Suasana haru dan bangga tampak menyelimuti para petani yang turut menyaksikan prosesi tersebut. Di antara mereka, Andi Saharuddin, seorang petani jagung asal Kecamatan Awangpone, menatap bangunan masa depan itu dengan penuh harapan. “Dulu kami harus jual cepat sebelum panen rusak atau harganya jatuh. Sekarang, mungkin nasib kami bisa berubah,” katanya lirih, matanya berkaca-kaca.

Pembangunan gudang ini menandai lebih dari sekadar struktur fisik; ia adalah tonggak perubahan—bagi petani, bagi masyarakat, dan bagi ketahanan pangan nasional. Dan Bone, lewat peran aktif Polres dan pemerintah daerahnya, menjadi bagian penting dari cerita besar itu. (*)