BONE–Malam tahun baru 2024 di Dusun Limpoe, Desa Pattuku Limpoe, Kecamatan Lappariaja, Kabupaten Bone, berubah menjadi tragedi memilukan. Lelaki Rudi (49), seorang pengacara yang juga dikenal sebagai Ketua Umum Lembaga Kajian Penegakan Hukum (LKPH) Advokasi dan Bantuan Hukum Sulawesi Selatan, menjadi korban penembakan yang menimbulkan tanda tanya besar.
Peristiwa terjadi sekitar pukul 21.50 Wita, saat Rudi tengah menikmati makan malam bersama keluarga dan kerabat di kediamannya, yang juga merupakan kampung halaman sang istri. Suara letusan senjata api tiba-tiba memecah keheningan, mengakhiri aktivitas kebersamaan malam itu.
Menurut kronologi, korban yang berada di dalam ruang kantor rumahnya tiba-tiba ditemukan tergeletak dengan luka tembak di bawah mata sebelah kanan. Keluarga yang mendapati tubuh Rudi bersimbah darah segera melarikannya ke Puskesmas Lappariaja. Namun, upaya penyelamatan tidak membuahkan hasil; nyawanya tak tertolong sesaat setelah tiba di fasilitas kesehatan.
Iptu Rayendra Muchtar, Kasubsi PIDM Polres Bone, mengungkapkan bahwa pihak kepolisian telah membentuk tim gabungan yang terdiri dari Reskrim, Intel, Narkoba, dan Polsek setempat untuk menyelidiki kasus ini. “Kami masih melakukan penyelidikan intensif untuk mengungkap pelaku dan motif di balik kejadian ini,” ujarnya.
Aktivitas Rudi dan Dugaan Motif
Rudi dikenal sebagai pengacara gigih yang aktif mendampingi klien dalam berbagai kasus hukum di Bone. Salah satu perkara terakhir yang ditanganinya adalah sengketa lahan ahli waris melawan pemerintah desa dan kecamatan di lokasi yang sama dengan tempat kejadian perkara. Dalam kasus tersebut, Rudi menjadi kuasa hukum pemerintah desa dan kecamatan, yang berposisi sebagai tergugat.
Selain itu, ia juga dikenal sebagai figur vokal dalam penegakan hukum melalui LKPH, yang memosisikan dirinya sebagai advokat pembela keadilan.
Dari kartu tanda penduduk, Rudi tercatat sebagai warga Kelurahan Kaluku Bodoa, Kecamatan Tallo, Kota Makassar. Namun, selama ini ia berdomisili di Dusun Limpoe bersama istrinya.
Langkah Polisi dan Suasana Masyarakat
Polisi menghadapi tantangan besar dalam mengungkap kasus ini. Fakta bahwa tidak ada saksi mata yang melihat pelaku semakin mempersulit penyelidikan. Meski demikian, tim gabungan terus mengumpulkan bukti dari tempat kejadian dan menggali informasi lebih lanjut dari keluarga serta kerabat korban.
Tragedi ini meninggalkan duka mendalam, tidak hanya bagi keluarga Rudi tetapi juga masyarakat sekitar. Sebagai figur publik, Rudi dianggap sebagai sosok yang menginspirasi, meski tak jarang menjadi kontroversial karena keberaniannya mengambil kasus-kasus sensitif.
Masyarakat kini menunggu perkembangan lebih lanjut dari penyelidikan polisi, berharap keadilan dapat ditegakkan dan pelaku di balik insiden ini segera tertangkap. Tragedi ini bukan hanya tentang kehilangan seorang pengacara, tetapi juga ujian besar bagi penegakan hukum di Kabupaten Bone. (*)



Tinggalkan Balasan