BONE– Di tengah tantangan pembangunan yang semakin kompleks, H. Andi Asman Sulaiman mengambil langkah tak biasa. Ia akan mengumpulkan para pejabat penting di lingkup Pemerintah Kabupaten Bone dalam sebuah retreat selama empat hari, mulai 23 hingga 26 April 2026 sebuah ruang refleksi, penguatan kapasitas, sekaligus peneguhan komitmen pelayanan publik.

Kegiatan ini bukan sekadar agenda rutin birokrasi. Lebih dari itu, retreat dirancang sebagai proses “penempaan” bagi kepala OPD, camat, hingga kepala bagian, agar mampu bergerak dalam satu irama: membangun Bone dengan integritas dan sinergi yang kuat.

Hari pertama, Kamis (23/4), dimulai dengan registrasi peserta yang disusul makan malam bersama. Dalam momen ini, nada kepemimpinan ditegaskan bahwa jabatan bukan hanya soal kewenangan, melainkan amanah yang harus dijalankan dengan kesungguhan dan tanggung jawab.

Memasuki hari kedua, Jumat (24/4), ritme kegiatan semakin intens. Dimulai sejak dini hari dengan ibadah bersama, para peserta kemudian mengikuti upacara pembukaan yang direncanakan dihadiri Gubernur Sulawesi Selatan. Kehadiran pucuk pimpinan provinsi ini menjadi simbol kuatnya dukungan terhadap upaya pembenahan birokrasi di daerah.

Materi yang disajikan pun tidak main-main. Fokus pada empat pilar kompetensi ASN menjadi dasar pembahasan, dilengkapi dengan penguatan wawasan kebangsaan dan kewaspadaan nasional. Para peserta juga mendapatkan pembekalan terkait pencegahan korupsi dan bahaya narkoba dua isu krusial yang kerap menggerus kualitas birokrasi.

Tidak berhenti di situ, retreat ini juga menghadirkan perspektif hukum melalui pembahasan peran jaksa pengacara negara dalam tata kelola pemerintahan. Tujuannya jelas: menciptakan birokrasi yang tidak hanya bekerja cepat, tetapi juga tepat dan taat aturan.

Hari ketiga, Sabtu (25/4), menjadi puncak intelektual kegiatan. Narasumber dari tingkat nasional, termasuk anggota DPR RI dan kalangan akademisi, hadir memberikan wawasan strategis. Isu pengawasan lembaga penegak hukum hingga penguatan gerakan koperasi dibedah secara komprehensif, membuka cakrawala berpikir para peserta terhadap peran pemerintah dalam mendorong kemandirian ekonomi masyarakat.

Bagi Bupati Bone, retreat ini bukan sekadar seremoni yang selesai dalam hitungan hari. Ia menekankan bahwa kegiatan ini adalah investasi jangka panjang dalam membentuk karakter kepemimpinan ASN.

“Melalui retreat ini, kita ingin membangun kebersamaan, meningkatkan kapasitas, serta memperkuat komitmen dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” tegasnya.

Pada akhirnya, retreat ini menjadi cermin arah baru birokrasi di Bone lebih solid, lebih berintegritas, dan lebih responsif. Sebuah ikhtiar untuk memastikan bahwa setiap kebijakan dan pelayanan yang lahir dari pemerintahan benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat.

Jika komitmen yang dibangun selama empat hari ini mampu dijaga, maka bukan tidak mungkin Bone akan melangkah lebih cepat menuju tata kelola pemerintahan yang profesional dan berdaya saing di masa depan. (*)