BONE–Momentum penyerahan Surat Keputusan (SK) Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Paruh Waktu di Lapangan Merdeka Watampone, Rabu, 24 Desember 2025, menjadi hari penuh makna bagi ribuan penerima SK. Namun di balik kemeriahan acara yang dipimpin langsung oleh Bupati Bone, H. Andi Asman Sulaiman, S.Sos., MM, terselip kisah keteladanan yang menyentuh hati.

Meski telah mengenakan seragam Korpri simbol kebanggaan sebagai aparatur negara para petugas kebersihan dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bone tak larut dalam euforia. Seusai acara, mereka kembali pada tugas mulia yang selama ini menjadi denyut pengabdian: membersihkan dan menjaga wajah Kota Watampone.

Sapu kembali digenggam, kantong sampah kembali diangkat. Lapangan Merdeka yang menjadi ikon kota tak dibiarkan dipenuhi sisa aktivitas. Dedikasi itu menjadi cermin bahwa status dan seragam baru tak mengubah komitmen lama: mengabdi dengan kerja nyata.

Menariknya, dalam momentum tersebut turut hadir Andi Habibie, ST, MSi, Kabid Tata Lingkungan DLH Bone yang secara langsung mendampingi para petugas kebersihan. Ia bahkan memimpin pembersihan area Lapangan Merdeka hingga Taman Arpal, menunjukkan kepemimpinan yang turun langsung ke lapangan.

“Saya pimpin langsung pembersihan Lapangan Merdeka dan Taman Arpal. Ini sudah menjadi komitmen kami untuk selalu menjaga kebersihan ikon Kota Watampone,” ujarnya.

Baginya, kebersihan bukan sekadar tugas struktural, melainkan tanggung jawab moral demi kenyamanan dan keindahan kota yang dicintai bersama.

Lebih jauh, ia menegaskan bahwa persoalan sampah tidak bisa dibebankan semata kepada DLH. Diperlukan sinergi dan kesadaran kolektif seluruh masyarakat.

“Persoalan sampah bukan hanya tanggung jawab DLH Bone, tetapi tanggung jawab kita bersama. Mari kita bersama-sama membantu Bapak Bupati Bone, H. Andi Asman Sulaiman, untuk selalu menjaga kebersihan. Caranya sederhana: buanglah sampah pada tempatnya dan jangan biarkan sampah berserakan,” pesannya.

Di tengah seremoni dan simbol administratif, para petugas kebersihan DLH Bone justru menghadirkan makna pengabdian yang sesungguhnya. Mereka membuktikan bahwa pelayanan publik tidak berhenti di atas panggung, melainkan terus berjalan di atas aspal, di sela dedaunan, dan di setiap sudut kota.

Lapangan Merdeka kembali bersih, namun lebih dari itu, tersapu pula kesadaran bahwa Bone yang bersih adalah hasil kerja bersama. (*)