BONE – Pemerataan akses pendidikan dan pengembangan potensi generasi muda menjadi perhatian Bupati Bone, H. Andi Asman Sulaiman, S.Sos., M.M. Ia menekankan pentingnya koordinasi lintas sektor untuk memastikan setiap wilayah memiliki kesempatan yang sama dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia, baik melalui pendidikan maupun pembinaan olahraga.
Upaya tersebut dinilai perlu dilakukan secara terarah dengan melibatkan berbagai pihak, mulai dari perangkat daerah hingga satuan pendidikan di tingkat kecamatan dan sekolah. Dengan demikian, potensi yang dimiliki setiap wilayah dapat teridentifikasi dan dikembangkan secara optimal.
Dalam sektor pendidikan, Bupati Bone menyoroti pentingnya penataan sekolah yang disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing wilayah. Ia juga mendorong ketersediaan kursus bahasa asing di setiap kecamatan, mulai dari Bahasa Inggris, Bahasa Arab, hingga bahasa asing lainnya.
Program tersebut diharapkan dapat menjangkau peserta didik dari berbagai jenjang pendidikan, khususnya sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP). Melalui akses pembelajaran bahasa yang lebih merata, generasi muda diharapkan memiliki bekal pengetahuan dan keterampilan yang mampu menunjang masa depan mereka.
Menjaring Potensi Atlet dari Sekolah
Tak hanya pendidikan, perhatian juga diarahkan pada pengembangan bakat olahraga. Bupati Bone mendorong penjaringan atlet berprestasi melalui sekolah-sekolah agar siswa yang memiliki kemampuan di bidang olahraga dapat ditemukan sejak dini.
Menurutnya, penjaringan perlu dilakukan secara sistematis hingga tingkat kecamatan dan sekolah. Langkah ini penting agar potensi atlet muda tidak terlewatkan, sekaligus membuka peluang bagi mereka untuk mendapatkan pembinaan yang sesuai dengan kemampuan masing-masing.
Sekolah diharapkan menjadi salah satu titik awal dalam mengenali bakat dan minat siswa. Dengan dukungan koordinasi antarpihak terkait, proses identifikasi atlet dapat berjalan lebih terarah sehingga generasi muda yang memiliki potensi dapat memperoleh kesempatan untuk berkembang dan meraih prestasi.
Koordinasi dan Transparansi Jadi Kunci
Dalam pelaksanaan berbagai program, Bupati Bone turut menekankan pentingnya koordinasi antarsatuan kerja dan perangkat daerah. Setiap persoalan, kata dia, perlu diselesaikan melalui komunikasi dan kerja sama, terutama ketika suatu kebutuhan belum dapat dipenuhi oleh satu pihak.
Koordinasi dengan pihak lain harus menjadi langkah untuk menemukan solusi, bukan alasan untuk membiarkan persoalan berlarut-larut. Dengan kerja sama yang baik, sumber daya yang tersedia dapat dimanfaatkan secara lebih efektif untuk menjawab kebutuhan masyarakat.
Ia juga mengingatkan agar setiap persoalan ditangani secara terbuka dengan tetap mengedepankan etika. Transparansi menjadi bagian penting dalam proses pengambilan keputusan agar setiap langkah yang dilakukan dapat dipertanggungjawabkan.
Pada akhirnya, pemerataan pendidikan dan pembinaan atlet bukan hanya tentang penyediaan program, melainkan juga tentang memastikan setiap anak memiliki peluang untuk tumbuh, belajar, dan menunjukkan kemampuan terbaiknya.
Bupati Bone berharap seluruh pihak memperkuat koordinasi, mengoptimalkan sumber daya yang tersedia, serta memberikan perhatian terhadap kebutuhan masyarakat. Melalui langkah yang terarah dan berkelanjutan, pendidikan yang lebih merata dan pembinaan generasi muda yang lebih baik diharapkan dapat terwujud di seluruh wilayah Kabupaten Bone. (*)


Tinggalkan Balasan