BONE–Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Watampone kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan mutu pembinaan kemandirian bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP). Plt. Kepala Lapas Watampone bersama jajaran melakukan kunjungan silaturahmi ke Balai Latihan Kerja (BLK) Kabupaten Bone, Kamis (04/12).

Kunjungan tersebut dipimpin langsung oleh Plt. Kepala Lapas Kelas IIA Watampone dan turut didampingi Kasi Kegiatan Kerja (Giatja), Kasubsi Sarana Kerja, serta staf terkait. Rombongan disambut oleh Kepala BLK Kabupaten Bone dalam suasana penuh kekeluargaan.

Pertemuan ini menjadi langkah awal untuk membangun sinergi antara kedua instansi, khususnya dalam pengembangan program pembinaan kemandirian bagi WBP. Melalui kerja sama ini, Lapas Watampone berharap dapat menggali peluang pelatihan keterampilan yang relevan dengan kebutuhan pasar kerja, sehingga WBP memiliki bekal kompetensi yang lebih kuat saat kembali ke masyarakat.

Kepala BLK Kabupaten Bone menyampaikan apresiasi atas kunjungan tersebut. Ia menyatakan kesiapan BLK untuk bersinergi dalam mendukung program pembinaan keterampilan bagi WBP. Menurutnya, peningkatan kualitas SDM harus merangkul seluruh lapisan, termasuk warga binaan yang sedang mempersiapkan diri untuk kembali ke masyarakat.

Pihak BLK juga menilai bahwa kerja sama ini memiliki potensi besar untuk menghadirkan pelatihan yang terarah dan sesuai standar kompetensi yang dibutuhkan di dunia kerja.

Plt. Kalapas Watampone, Ashari, menegaskan pentingnya penguatan pembinaan berbasis keterampilan kerja. “Kami ingin memastikan bahwa setiap pelatihan yang diberikan kepada WBP tidak hanya sekadar kegiatan, tetapi menjadi bekal nyata bagi mereka untuk mandiri dan produktif setelah bebas. Sinergi dengan BLK akan membuka ruang lebih luas untuk mencapai hal itu,” ujarnya.

Kunjungan ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat kolaborasi yang berdampak langsung pada kualitas pembinaan WBP. Program pelatihan yang akan dirancang ke depan diharapkan tidak hanya meningkatkan kompetensi kerja WBP, tetapi juga mendorong mereka lebih siap menghadapi tantangan sosial dan ekonomi pasca-pembebasan.

Sebagai tindak lanjut, Lapas Watampone menargetkan agar program kerja sama ini dapat segera direalisasikan melalui pelatihan keterampilan yang terstruktur dan berkelanjutan. Dengan demikian, pembinaan yang dilakukan akan semakin menyentuh aspek kemandirian serta memaksimalkan potensi WBP untuk kembali menjadi bagian produktif dalam masyarakat. (*)