Bone — Suara tawa dan irama tabuhan lesung berpadu di udara di Desa Waji, Kecamatan Tellusiattinge. Ratusan warga berkumpul di lapangan desa, larut dalam suasana penuh sukacita. Hari itu, Jumat (31/10/2025), mereka merayakan hasil panen yang melimpah lewat pesta rakyat bertajuk “Petani Jadi Sejahtera”, bagian dari Program Ketahanan Pangan Pemerintah Kabupaten Bone.

Momentum ini terasa istimewa. Bupati Bone, H. Andi Asman Sulaiman, S.Sos., M.M., hadir langsung di tengah warga. Dalam balutan nuansa tradisional, acara yang dirangkaikan dengan mappadendang dan mattimpanbubung itu seolah menjadi pengingat bahwa budaya dan pertanian adalah dua hal yang tak terpisahkan dari jati diri masyarakat Bone.

Hadir pula Dandim 1407 Bone, Plt Kadis Pertanian, Kadis Ketahanan Pangan, Kepala BKPSDM, Plt Kasatpol PP, Tripika Kecamatan, Kepala Desa Waji, serta para penyuluh pertanian yang selama ini menjadi ujung tombak program pangan di lapangan.

Ketua Panitia Pelaksana, Hasyim, menyampaikan bahwa pesta panen bukan sekadar perayaan, melainkan ungkapan syukur dan bentuk penghormatan terhadap budaya lokal.

“Acara ini adalah wujud syukur atas hasil panen yang melimpah. Selain itu, menjadi sarana mempererat tali silaturahmi antarwarga. Kami berterima kasih kepada Bapak Bupati Bone yang telah meluangkan waktu untuk hadir bersama kami di momentum berkesan ini,” ujarnya.

Bagi masyarakat Waji, sawah bukan hanya sumber kehidupan, tetapi juga ruang sosial tempat nilai gotong royong hidup dan diwariskan. Karena itu, setiap panen menjadi momen untuk memperkuat rasa kebersamaan.

Anggota DPRD Bone, A. Idris Rahman, yang turut hadir, menilai kehadiran Bupati Bone sebagai bentuk nyata kedekatan pemerintah dengan masyarakat.

“Patut kita bangga, karena kehadiran Bupati di tengah-tengah kita menunjukkan komitmen beliau terhadap kesejahteraan rakyat. Program pertanian yang dijalankan pemerintah daerah telah banyak memberi manfaat. Saya mendukung penuh langkah Bupati Andi Asman Sulaiman untuk terus memperjuangkan kepentingan petani,” ungkapnya.

Idris juga menambahkan bahwa bantuan untuk sektor pertanian terus mengalir ke Bone dari berbagai pihak.

“Tahun ini, bantuan dari Gubernur Sulsel mencapai lebih dari Rp500 miliar, belum termasuk bantuan dari Kementerian Pertanian. Ini bukti perhatian besar terhadap Bone,” tambahnya.

Dalam sambutannya, Bupati Bone Andi Asman Sulaiman mengapresiasi semangat masyarakat Desa Waji yang tetap menjaga tradisi dan kompak dalam mengelola hasil panen.

“Momen seperti ini harus terus dijaga sebagai wujud rasa syukur dan ajang silaturahmi. Saya senang melihat masyarakat yang tetap menghargai budayanya. Pesta panen seperti ini bisa menjadi agenda tahunan yang memperkuat identitas Bone sebagai salah satu lumbung pangan Sulawesi Selatan,” tuturnya.

Bupati juga menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kesejahteraan petani melalui program pertanian berkelanjutan dan bantuan produktif.

“Insya Allah, kami akan terus memikirkan dan memperjuangkan bantuan agar Bone semakin maju dan masyarakatnya sejahtera,” pungkasnya.

Puncak acara diwarnai pertunjukan silat tradisional yang memukau, diiringi dentuman lesung bertalu-talu simbol kebersamaan dan kerja keras petani. Anak-anak berlarian di sela kerumunan, sementara kaum ibu tersenyum menyajikan hidangan hasil bumi di bawah tenda bambu.

Desa Waji sore itu bukan sekadar tempat perayaan, melainkan potret kecil tentang bagaimana tradisi, kerja keras, dan kepemimpinan berpadu membentuk harapan. Di sinilah semangat “Petani Jadi Sejahtera” menemukan maknanya dalam kebersamaan dan rasa syukur yang tulus dari bumi Bone. (*)