Bone — Semangat pembaruan dan penguatan gerak dakwah muslimah menyatu dalam suasana hangat ukhuwah saat Muslimah Wahdah Islamiyah (MWD) Bone menggelar Musyawarah Pleno Pengurus selama dua hari berturut-turut, Sabtu hingga Ahad, 26–27 Juli 2025, di ruang pertemuan RSUD Tenriawaru, Kabupaten Bone.

Sebanyak 107 peserta yang terdiri dari jajaran pengurus MWD Bone dan 20 perwakilan Muslimah Wahdah Cabang (MWC) se-Kabupaten Bone hadir dalam agenda penting ini. Bukan sekadar rapat evaluatif, pleno ini menjadi ruang strategis untuk menyatukan langkah dakwah, menguatkan idealisme, dan merajut sinergi muslimah dalam satu barisan perjuangan.

Pleno dibuka dengan penuh semangat oleh perwakilan Muslimah Wahdah Wilayah Sulawesi Selatan, Ustadzah Sri Rahmadhana, Ketua DUDC MWW Sulsel. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa kekuatan dakwah muslimah tidak hanya bertumpu pada kerja keras, tetapi juga pada kesatuan hati dan visi bersama.

“Sebagai barisan dakwah, kita tidak hanya butuh kerja keras, tetapi juga kesatuan hati dan visi. Pleno ini adalah ruang untuk menyatukan langkah-langkah kita dalam bingkai ukhuwah dan profesionalitas,” ujarnya penuh semangat.

Salah satu sesi paling menggugah adalah taujihat (pengarahan) dari perwakilan Muslimah Wahdah Pusat, Ustadzah Harniaty Latief. Dalam tausiyahnya, beliau menggugah kembali kesadaran seluruh pengurus akan pentingnya menetapkan cita-cita tinggi dalam berdakwah, sebagaimana Rasulullah ﷺ memohon surga Firdaus.

“Kita memiliki cita-cita yang tinggi. Orientasi kita haruslah kepada idealisme itu. Karena cita-cita tinggi adalah jalan menuju kesempurnaan,” tegasnya, mengingatkan peserta akan nilai-nilai dakwah yang bersumber dari iman dan tujuan ukhrawi.

Musyawarah ini tak hanya berbicara strategi dan teknis, tapi juga membahas evaluasi tahunan, program kerja ke depan, serta penguatan internal di berbagai bidang seperti tarbiyah, sosial, pendidikan, dan media. Para peserta saling bertukar pandangan, mengulas capaian, dan merancang langkah-langkah taktis dalam rangka menjadikan muslimah sebagai agen perubahan yang visioner.

Di tengah dinamika zaman yang semakin kompleks, MWD Bone melalui musyawarah ini kembali meneguhkan jati dirinya sebagai gerakan dakwah perempuan yang terorganisasi, terencana, dan terukur dalam melayani umat. Komitmen untuk menjaga nilai-nilai idealisme menjadi roh dalam setiap langkah.

“Kita ingin menjadi pelayan umat yang tidak hanya responsif, tapi juga visioner. Dakwah ini bukan hanya untuk hari ini, tapi untuk membentuk peradaban yang berakar pada iman dan nilai ukhrawi,” ujar salah satu peserta pleno dengan mata berbinar.

Musyawarah yang berlangsung dalam suasana penuh kehangatan dan semangat kolaboratif ini diakhiri dengan penetapan beberapa rekomendasi program dan penguatan struktur internal. MWD Bone kini bersiap melangkah ke fase baru dakwah muslimah yang lebih kokoh, strategis, dan menyatu dalam bingkai ukhuwah islamiyah. (*)